Kesehatan Pemerintahan Peristiwa

Minggu, 9 November 2025 - 11:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Empat Orang Meninggal Setiap Jam Akibat TBC, Pemerintah Gencarkan Kampanye TOSS di Surabaya

SURABAYA | klikku.id – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggencarkan kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TBC), di area Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (9/11/2025).

Acara yang dibuka oleh Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, bersama Prof. Sukardiono, Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Sukardiono mengungkapkan data mengejutkan: empat orang meninggal setiap jam akibat TBC di Indonesia, angka yang bahkan lebih tinggi dari Covid-19.

“Dari hitungan 125 ribu kematian, berarti ada empat orang meninggal tiap jam karena TBC. Indonesia kini berada di posisi kedua dunia setelah India,” ujarnya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih menyepelekan TBC. Padahal, penyakit ini sangat menular dan mematikan bila tidak diobati tuntas. Ia menjelaskan bahwa TBC bisa sembuh total jika pasien disiplin menjalani pengobatan.

“Kalau diobati teratur dua minggu saja sudah tidak menular lagi. Tapi kalau putus di tengah jalan, bisa jadi TBC resisten obat, jauh lebih sulit disembuhkan,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan penurunan kasus TBC hingga 50 persen pada tahun 2030, atau dari 387 kasus per 100 ribu penduduk menjadi 65 kasus.

Program itu menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Emil Dardak menyoroti pentingnya menghapus stigma terhadap pasien TBC. Menurutnya, rasa takut dan sikap menjauh justru membuat penderita enggan berobat.

“Hari ini kami bertemu lima penyintas TBC yang sudah sembuh. Mereka dapat sertifikat agar masyarakat tahu, TBC bisa sembuh dan tidak menular lagi,” katanya.

Emil juga menekankan pentingnya dukungan sosial bagi pasien agar tetap produktif. “Kalau ada warga yang khawatir pengobatannya mengganggu pekerjaan, pemerintah harus hadir membantu. Jangan sampai karena takut kehilangan penghasilan, mereka berhenti berobat,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu juga diperkenalkan E-Tibi, platform digital untuk skrining mandiri TBC. Warga cukup mengisi data dan menjawab beberapa pertanyaan untuk mengetahui potensi infeksi, lalu diarahkan ke fasilitas kesehatan bila perlu pemeriksaan lanjut.

Lewat kampanye TOSS TBC ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa TBC bukan kutukan, tapi penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur dan dukungan masyarakat. Nughie


 

64

Baca Lainnya