PADANG | klikku.id – Upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban banjir bandang di Sumatra Barat (Sumbar) terus dikebut pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Perum Bulog mengirim logistik dua kali lipat dari kebutuhan normal ke seluruh wilayah terdampak.
Instruksi itu disampaikan Zulkifli saat meninjau lokasi banjir bandang di Koto Panjang Ikur Koto, Koto Tangah, Padang, Minggu (30/11).
Ia menegaskan suplai besar diperlukan agar kebutuhan warga terpenuhi sekaligus mencegah kelangkaan barang yang berpotensi memicu kericuhan.
“Kalau kebutuhan satu daerah 1.000 kilogram, maka Bulog harus mengirim 2.000 kilogram. Beras, minyak goreng, gula, semua harus aman,” ujarnya.
Menurutnya, skema suplai ganda sudah mulai diterapkan di beberapa provinsi yang terdampak bencana di Sumatra, seperti Sumatra Utara, Aceh, dan Sumbar.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pengungsian, kebijakan tersebut juga penting karena banyak ruas jalan dan jembatan di wilayah terdampak masih terputus.
“Jangan sampai akses putus dan suplai sedikit membuat orang berebutan,” tegasnya.
Dalam tinjauannya, Zulkifli juga memastikan pemerintah akan membantu pembangunan kembali rumah warga yang hanyut tersapu banjir bandang di kawasan Ikur Koto.
Ia menyebut Pemkot Padang telah menyiapkan lahan untuk relokasi, sementara pemerintah pusat akan membantu pembangunan hunian baru.
“Kami akan upayakan rumah-rumah yang hanyut itu bisa dibangun kembali,” katanya.
Banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumbar sejak akhir pekan lalu menyebabkan kerusakan parah, termasuk permukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan.
Pemerintah pusat dan daerah terus mengoordinasikan penyaluran bantuan pangan, perlindungan, serta layanan dasar bagi ribuan warga terdampak selama masa tanggap darurat masih berlangsung. R3d
