Internasional Pendidikan

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

UNAIR Perkuat Kerja Sama Riset dan Hilirisasi Inovasi di Pakistan

SURABAYA | klikku.id – Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas jejaring global melalui kerja sama strategis dengan dua kampus terkemuka di Pakistan: International Islamic University Islamabad (IIUI) dan National University of Sciences and Technology (NUST).

Fokus kolaborasi mencakup penguatan riset internasional, pertukaran akademik, publikasi ilmiah, serta hilirisasi dan komersialisasi inovasi.

Delegasi UNAIR dipimpin Wakil Rektor Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Muhammad Miftahussurur SpPD-KGEH PhD. Turut hadir Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi selaku Executive Secretary WUACD, serta Ketua LPJPHKI Prof Ferry Efendi Skep Ns MSc PhD.

Pertemuan di Rectorate Conference Hall IIUI dihadiri jajaran pimpinan universitas tersebut. IIUI menyatakan komitmen memperkuat kolaborasi antaruniversitas Asia, terutama dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi dunia Islam.

UNAIR dan IIUI sepakat membuka peluang kerja sama pada riset kolaboratif bidang STEM dan ilmu sosial, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar internasional, program publikasi bersama, hingga peningkatan kapasitas akademik global.

“Kolaborasi ini memperkuat kontribusi internasional UNAIR dan membuka jalan untuk riset berdampak luas,” ujar Prof Miftah.

Berbeda dengan IIUI, kunjungan ke NUST diarahkan pada transformasi inovasi menjadi nilai ekonomi. Delegasi UNAIR meninjau National Science and Technology Park (NSTP), pusat hilirisasi riset dan pengembangan startup berbasis teknologi terbesar di Pakistan, serta School of Interdisciplinary Engineering & Sciences (SINES).

NUST dikenal memiliki ekosistem hilirisasi progresif dengan ratusan inovasi yang telah dikomersialisasikan.

“Riset UNAIR harus memberi dampak nyata, tidak hanya akademik tetapi juga ekonomi. Model inovasi di NUST menjadi pembelajaran penting,” tegas Prof Miftah.

NUST menyatakan minat berkolaborasi dalam hilirisasi inovasi, pembangunan science & technology park, pengembangan startup kampus, joint research berpotensi paten, serta pertukaran peneliti transdisipliner.

Prof Miftah juga menyampaikan kuliah tamu tentang Gastric Dysbiosis, sementara Prof Ni Nyoman membawakan materi pengantar bioinformatika dan machine learning.

Ketiga institusi sepakat menyusun rencana aksi terstruktur mencakup penguatan kelembagaan, pertukaran akademik, peluang publikasi internasional, percepatan hilirisasi, serta penguatan research impact.

Kunjungan ini menegaskan peran UNAIR sebagai aktor diplomasi akademik Indonesia dan komitmen meningkatkan kontribusi global melalui riset inovatif dan ekosistem inovasi berkelanjutan.  AMan


 

208

Baca Lainnya