BANGKALAN | klikku.id – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pendidikan untuk terus menanamkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan semangat pengabdian dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanah Merah, Ruslan Ahmad, saat dimintai pandangannya mengenai makna Hari Lahir Pancasila bagi jajaran kepala sekolah, tenaga kependidikan, guru, dan para siswa di wilayah Kecamatan Tanah Merah.
Menurut Ruslan Ahmad, nilai utama yang harus terus dijaga dan diperkuat oleh seluruh insan pendidikan adalah persatuan dan kesatuan. Ia berharap seluruh guru, kepala sekolah, serta anggota K3S mampu menjaga kekompakan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan yang ada.
“Saya sebagai Ketua K3S sangat berharap semua guru pada umumnya dan anggota K3S pada khususnya agar selalu mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta jangan sampai bercerai-berai. Selain itu, tetap semangat dalam berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa pamrih,” ujar Ruslan Ahmad.
Pernyataan tersebut dinilai sejalan dengan semangat yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Dalam dunia pendidikan, persatuan tidak hanya dimaknai sebagai kebersamaan antar guru dan kepala sekolah, tetapi juga sebagai komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.
Ditengah berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang, mulai dari perubahan teknologi, transformasi pembelajaran, hingga dinamika sosial masyarakat, kolaborasi antar tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan.
Karena itu, pesan yang disampaikan Ketua K3S Tanah Merah memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi dunia pendidikan saat ini. Persatuan dan kekompakan para pendidik diyakini menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Selain menekankan pentingnya persatuan, Ruslan Ahmad juga mengingatkan bahwa profesi guru sejatinya merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai luhur. Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, menurutnya, harus tetap menjadi motivasi utama dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa.
Pandangan tersebut mencerminkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik siswa, melainkan juga dari keberhasilan menanamkan karakter, etika, dan nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada Pancasila.
Bagi para siswa, momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa keberagaman yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun semangat gotong royong merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi para tenaga kependidikan dan kepala sekolah, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, memperkuat integritas, serta menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif demi kemajuan sekolah dan masa depan peserta didik.
Melalui semangat Pancasila, Ruslan Ahmad berharap seluruh elemen pendidikan di Kecamatan Tanah Merah dapat terus menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama berkontribusi dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara.
“Persatuan adalah kekuatan utama dalam dunia pendidikan. Ketika guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan siswa mampu berjalan bersama dalam semangat kebersamaan, maka cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa akan lebih mudah diwujudkan,” pungkasnya.
#Anam
