SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan peran aktif dalam misi kemanusiaan nasional.
Melalui Satgas Kemanusiaan ITS, bantuan pascabencana berhasil menjangkau Desa Pameu, Aceh, wilayah yang sempat terisolasi akibat puluhan titik longsor yang memutus akses utama.
Misi kemanusiaan ini dijalankan ITS bersama Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) dan Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS. Tantangan berat harus dihadapi tim relawan karena medan ekstrem, cuaca tidak menentu, serta keterbatasan listrik dan jaringan komunikasi di lokasi terdampak.
Ketua tim lapangan, Prof Dr Nurul Jadid, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan membutuhkan koordinasi intensif dengan aparat setempat. Kondisi sinyal yang tidak stabil kerap menyulitkan komunikasi antarrelawan.
“Beberapa daerah benar-benar terputus. Koordinasi dengan TNI menjadi kunci agar bantuan bisa tepat sasaran dan aman,” ujarnya.
Dalam operasi ini, Satgas Kemanusiaan ITS bekerja berdampingan dengan TNI, termasuk jajaran Brigif TP 90/Yudha Giri Dhany dan Yonif TP 854/Dharma Kersaka.
Pengarahan difokuskan pada percepatan pembukaan jalur, pemetaan wilayah terdampak, serta pengamanan distribusi logistik ke daerah rawan.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dalam jumlah besar, seperti beras, minyak goreng, makanan siap saji, gula, garam, hingga kebutuhan perempuan.
Seluruh logistik difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Pameu yang mengalami kelangkaan suplai akibat terputusnya akses darat.
Selain logistik, ITS juga mengerahkan tim medis, dapur umum, hingga dukungan teknologi. Tim kesehatan melakukan koordinasi dengan rumah sakit setempat, sementara dapur umum memastikan kebutuhan konsumsi warga dan relawan terpenuhi.
Di sektor teknologi, relawan ITS memasang sistem filtrasi air, panel surya, serta jaringan komunikasi berbasis satelit untuk memulihkan akses informasi di wilayah terdampak.
Sejumlah mahasiswa turut terlibat sebagai relawan lapangan, mendukung dokumentasi dan operasional bantuan. ITS menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan pascabencana.
“ITS siap hadir tidak hanya saat darurat. Tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang,” tegas Prof Nurul Jadid. AMan
