SURABAYA | klikku.id – Ratusan warga Surabaya dan sekitarnya yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor, mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1/2026). Mereka berharap, motor yang sempat raib digondol maling, dapat dikembalikan.
Dan harapan itu tak sia-sia. Sebab Polrestabes Surabaya resmi membuka Bazar Pengembalian Kendaraan Bermotor Hasil Curanmor. Serta menyiapkan 1.050 unit motor untuk dikembalikan kepada pemilik sahnya, tanpa pungutan biaya.
Kegiatan ini digelar dua tahap, yakni pada 21–23 Januari dan 26–30 Januari 2026. Skema dua sesi dipilih agar pelayanan tetap tertib, mengingat jumlah kendaraan yang diamankan sangat besar.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan mengatakan, jumlah barang bukti yang siap dikembalikan terus bertambah seiring pengungkapan kasus baru.
“Ini bukti kerja keras anggota, mulai dari Polsek, Satreskrim sampai Satlantas. Target kami bukan hanya menangkap pelaku. Tapi juga menemukan penadah, dan mengembalikan motor ke pemiliknya,” tegasnya.
Dari total 1.050 unit, sebagian kecil masih dalam proses identifikasi karena nomor rangka atau mesin rusak. Namun polisi optimistis seluruh data bisa segera diumumkan agar warga dapat mengecek kecocokan kendaraannya.
Luthfie menekankan, bazar ini adalah wujud nyata pelayanan Polri. “Pengambilan motor gratis. Tidak ada pungutan apa pun. Ini hak masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolrestabes juga melontarkan peringatan keras kepada para pelaku curanmor. Ia menegaskan tak akan memberi ruang bagi kejahatan jalanan yang meresahkan warga.
“Jika pelaku melawan dan membahayakan petugas atau masyarakat, kami akan bertindak tegas dan terukur,” katanya.
Untuk mencegah kejahatan berulang, seluruh jajaran diperintahkan meningkatkan patroli malam, menyasar titik rawan dan permukiman padat. Warga juga diimbau menggunakan kunci ganda serta memarkir kendaraan di tempat aman.
Area bazar sendiri dibagi dalam beberapa blok, lengkap dengan papan informasi nomor mesin dan rangka. Warga tinggal mencocokkan data, lalu mengurus administrasi dengan membawa KTP, STNK, dan BPKB.
Lewat program ini, Polrestabes Surabaya berharap kepercayaan publik kembali tumbuh. Dan para korban curanmor bisa pulang dengan senyum, menuntun kembali motor yang sempat hilang. AMan
