Kerjasama Pendidikan Teknologi IT

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:38 WIB

14 jam yang lalu

logo

ITS Gandeng Taiwan Sulap Sampah Jadi Energi, Benowo Jadi Contoh Nyata

SURABAYA | klikku.id – Persoalan sampah yang terus meningkat mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun memperkuat kolaborasi internasional untuk mengembangkan teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi bersama mitra dari Taiwan.

Komitmen itu ditunjukkan dalam forum Taiwan-Indonesia Science Technology Innovation Centre (TI-STIC) yang digelar di Auditorium Research Centre ITS, Rabu (20/5).

Dalam forum tersebut, ITS bekerja sama dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta mengatakan, pengembangan teknologi waste to energy menjadi solusi konkret menghadapi lonjakan limbah perkotaan sekaligus mendukung transisi energi bersih.

“Limbah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang punya nilai energi,” ujarnya.

ITS sendiri telah memiliki sejumlah inovasi pengolahan sampah. Salah satunya proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo Surabaya yang beroperasi sejak 2021.

Selain itu, ITS juga mengembangkan teknologi pengolahan plastik dan biomassa menjadi biofuel.

Menurut Agus, kolaborasi dengan Taiwan membuka peluang lebih luas, mulai dari pengembangan riset, investasi teknologi hijau, hingga penguatan ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia.

Forum tersebut juga mempertemukan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan aplikatif.

Pengembangan teknologi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, Executive Director Science and Technology Division Taipei Economic and Culture Office, Dr En-Cheng Yang, menilai kerja sama Indonesia dan Taiwan tidak sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga menciptakan solusi bersama.

Menurut dia, Taiwan telah cukup lama mengembangkan sistem pengelolaan limbah berbasis teknologi sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia.

“Ke depan kami berharap lahir inovasi teknologi, kebijakan, dan talenta muda yang mampu menjawab persoalan sampah dan energi secara berkelanjutan,” katanya. AM@n


 

13

Baca Lainnya