Pendidikan Prestasi Teknologi IT

Selasa, 14 April 2026 - 16:48 WIB

1 hari yang lalu

logo

Drone Cerdas ITS Bersinar di Singapura, Bayucaraka Borong Podium SAFMC 2026

SURABAYA | klikku.id – Tim Bayucaraka dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Tiga drone pintar andalan mereka sukses mengantarkan tim meraih juara 3 dalam kompetisi Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 di Singapore Expo, akhir pekan lalu.

Dalam kategori High-Speed Drone Flock, Bayucaraka mengandalkan tiga armada bernama SoeroNgajeng, SoeroMadya, dan SoeroWingking.

Ketiganya dirancang mampu terbang secara berkelompok dengan sistem otomatis penuh untuk menaklukkan lintasan penuh rintangan.

Penanggung jawab tim, Okta Dewa Arjun, menjelaskan keunggulan utama drone terletak pada penggunaan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).

Berbeda dari tim lain yang mengandalkan kamera, sensor LiDAR memungkinkan drone tetap presisi membaca lintasan meski kondisi cahaya berubah.

“Pendekatan ini membuat drone kami lebih stabil dan akurat saat mendeteksi gerbang,” ujarnya.

Keunggulan tersebut terbukti di arena lomba. Dari 15 tim se-Asia Tenggara, Bayucaraka menjadi satu-satunya yang mampu menyelesaikan seluruh misi dengan poin sempurna.

Meski sempat mengalami kendala teknis pada salah satu sensor, koordinasi tim yang solid membuat masalah cepat teratasi.

Drone buatan mahasiswa ITS itu mampu melesat dengan kecepatan hingga tiga meter per detik dan bertahan terbang sekitar 15 menit. Performa ini menjadi kunci keberhasilan tim menembus persaingan ketat.

Kesuksesan Bayucaraka juga didukung arahan Farrel Ganendra selaku ketua tim. Sementara penyerahan medali diwakili oleh Sebastian Adrian Nugraha di Singapura.

Prestasi ini tidak hanya membanggakan kampus, tetapi juga memperkuat posisi ITS sebagai pusat inovasi teknologi. Riset drone tersebut dinilai berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan logistik masa depan dan transportasi udara otonom.

Ke depan, tim Bayucaraka berencana menambahkan modul GPS guna mengembangkan sistem formasi drone yang lebih kompleks. “Capaian ini menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Okta. AMan


 

21

Baca Lainnya