SURABAYA | klikku.id – Komitmen pelabuhan ramah lingkungan terus diperkuat. PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kebun Raya Purwodadi untuk meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan.
Kolaborasi ini ditandai dengan pertemuan di Kantor Utama TTL, Surabaya, sebagai langkah strategis mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional pelabuhan modern.
Sekretaris Perusahaan TTL, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pelabuhan masa depan tidak hanya berorientasi pada kinerja logistik, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem.
“Sinergi ini diharapkan menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif dan berdampak jangka panjang bagi lingkungan pelabuhan,” ujarnya.
Selama ini, TTL telah mengembangkan konsep green port melalui berbagai program, mulai dari penerapan teknologi eco-engineering, pemantauan kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga restorasi pesisir lewat penanaman mangrove dan pohon penyerap emisi karbon.
Dalam kerja sama ini, kedua pihak akan fokus pada pengelolaan ekosistem pesisir dan ruang terbuka hijau berbasis riset. Program mencakup penghitungan serapan karbon berbasis vegetasi, pemetaan area konservasi prioritas, hingga edukasi pengelolaan lingkungan.
Selain itu, TTL juga mengoptimalkan program Terminal Booking System (TBS) untuk mengurangi antrean truk dan menekan emisi karbon di area operasional.
Tim peneliti dari Kebun Raya Purwodadi turut meninjau fasilitas greenhouse dan area hijau di pelabuhan yang ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias hingga pohon anti polutan.
Perwakilan peneliti, Titut Yulistyarini, menyebut pihaknya akan melakukan kajian komprehensif terkait jenis tanaman yang sesuai dengan karakter lingkungan pelabuhan.
“Kajian ini penting untuk meningkatkan keanekaragaman hayati sekaligus mengoptimalkan potensi serapan karbon,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, TTL menegaskan komitmennya terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) sekaligus mendukung target nasional penurunan emisi karbon.
Upaya ini diharapkan mampu menjadikan pelabuhan sebagai ruang industri yang tetap selaras dengan kelestarian lingkungan. AMan
