Daerah Ekonomi Bisnis

Senin, 4 Mei 2026 - 22:50 WIB

3 hari yang lalu

logo

Dok Foto klikku.id Anam.

Dok Foto klikku.id Anam.

Badko HMI Jatim Tantang Gerindra Berantas Mafia BBM Madura Ditengah Ancaman Krisis Global

SURABAYA | klikku.id – Stabilitas energi nasional kini berada di titik nadir akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Di saat ketegangan antara Iran-Israel serta keterlibatan Amerika Serikat mengancam jalur logistik minyak dunia di Selat Hormuz, praktik mafia BBM di dalam negeri menjadi bentuk nyata pengkhianatan terhadap kedaulatan negara.

Kondisi ini menuntut pengawasan distribusi energi bersubsidi bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan benteng terakhir pertahanan ekonomi rakyat Jawa Timur yang harus dijaga demi stabilitas nasional. Ketua Bidang Kajian dan Kebijakan Strategis Badko HMI Jawa Timur M. Nurus Syamsi menegaskan bahwa setiap tetes solar subsidi yang bocor ke tangan mafia adalah bentuk sabotase terhadap fiskal negara.

“Saat dunia cemas dengan blokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi, kita di Jawa Timur justru masih berkutat dengan kebocoran distribusi akibat ulah mafia. Ini adalah pengkhianatan. Jika Gerindra serius ingin mengawal ini, maka taring politik mereka harus mampu menghancurkan struktur mafia dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Keresahan ini bukan tanpa alasan, mengingat bukti nyata kebocoran tersebut kini tersaji telanjang di depan mata, seperti insiden tumpahan solar yang membanjiri jalanan di Arosbaya, Bangkalan baru-baru ini. Ceceran bahan bakar yang membahayakan nyawa pengguna jalan tersebut bukan sekadar masalah teknis kendaraan, melainkan indikasi kuat adanya aktivitas pengangkutan BBM ilegal yang dilakukan secara serampangan.

Insiden di jalanan Arosbaya adalah alarm keras bahwa praktik “kencing” solar atau distribusi gelap telah merambah jalan-jalan umum di Madura, merugikan rakyat secara ganda: hak subsidinya dirampas, dan keselamatan nyawanya di jalan raya terancam.

Selain itu, hal ini juga menjadi dugaan kuat bahwa peta zona merah distribusi BBM di Jawa Timur kini semakin meluas, mulai dari penyalahgunaan surat rekomendasi di pesisir hingga pengalihan solar subsidi ke sektor industri dan tambang di berbagai wilayah di Jawa Timur. Ironisnya, hal ini terjadi saat kondisi ekonomi yang tidak menentu memaksa pemerintah untuk sangat selektif dalam penggunaan anggaran. Oleh karena itu, Badko HMI Jawa Timur mendesak ketegasan aparat penegak hukum secara total agar kejadian seperti di Arosbaya tidak dianggap angin lalu.

Dalam pernyataan resminya yang ditujukan kepada pihak kepolisian, Ketua Bidang Kajian dan Kebijakan Strategis Badko HMI Jatim M. Nurus Syamsi menegaskan agar jajaran polisi serius tangani kasus BBM Solar subsidi tersebut.

“Kami mendesak Kapolda Jawa Timur untuk segera menginstruksikan jajaran di bawahnya agar menindak tegas tanpa pandang bulu para mafia BBM subsidi di Jawa Timur. Jangan biarkan hukum tumpul di hadapan cukong-cukong energi. Polda Jatim harus melakukan investigasi mendalam terhadap asal-usul solar yang tumpah di jalanan Arosbaya hingga ke akar-akarnya, siapa pemilik modalnya dan siapa pelindungnya. Di tengah ancaman krisis energi global, membiarkan mafia BBM berkeliaran adalah bentuk pembiaran terhadap pelemahan negara,” katanya tegas.

Pada akhirnya, perang melawan mafia BBM di Jawa Timur adalah perang mempertahankan daya beli rakyat di tengah badai geopolitik global. Dukungan politik yang sering digaungkan harus diterjemahkan menjadi langkah konkret melalui audit investigatif menyeluruh terhadap distribusi BBM di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Rakyat Jawa Timur membutuhkan kepastian bahwa energi bersubsidi aman dari jarahan mafia demi menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa di masa sulit ini.

#Anam

58

Baca Lainnya