Ekonomi Bisnis Kesehatan Peristiwa

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:34 WIB

2 jam yang lalu

logo

TTL Cetak Petugas P3K Bersertifikat, Perkuat Kesiapsiagaan Darurat di Area Pelabuhan

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan menggelar Sertifikasi Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersertifikat Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Mei 2026, itu diikuti 17 pegawai dari berbagai lini operasional pelabuhan, mulai operator alat bongkar muat, yard talker, ship talker, hingga tim peralatan dan teknologi informasi.

Kegiatan yang bekerja sama dengan PT Nusantara Traisser tersebut digelar untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan darurat tersebar merata di seluruh area kerja terminal.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang aman dan profesional.

“Budaya keselamatan tidak hanya dibangun melalui sistem, tetapi juga kesiapan setiap individu dalam menghadapi situasi darurat. Kami ingin memastikan insan TTL mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat,” ujarnya, Selasa (13/5/2026).

Pelatihan tersebut juga menjadi bentuk pemenuhan regulasi K3 sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani praktik langsung penanganan kondisi darurat.

Materi pelatihan meliputi anatomi tubuh manusia, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan paparan bahan kimia, hingga teknik evakuasi korban kecelakaan kerja.

Instruktur pelatihan, Heri Suwarsono, menegaskan kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko fatal saat terjadi kecelakaan kerja.

“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi membekali pekerja dengan kemampuan dasar untuk bertindak cepat, tepat, dan aman ketika kondisi darurat terjadi,” katanya.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan evaluasi, peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

TTL berharap program tersebut mampu meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi situasi medis darurat sekaligus mendukung operasional pelabuhan yang aman, andal, dan berkelanjutan. AM@n


 

12

Baca Lainnya