SURABAYA | klikku.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur mulai tancap gas di bawah kepemimpinan baru.
Fokus utamanya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat pembangunan SDM menuju Generasi Emas Indonesia.
Langkah awal itu ditunjukkan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Shodiqin melalui audiensi bersama Pokja Wartawan “Ngopi Bangga Kencana” di kantor BKKBN Jatim, Rabu (20/5).
Dalam pertemuan tersebut, BKKBN menggandeng media untuk memperluas edukasi program keluarga hingga ke level masyarakat bawah.
Shodiqin menegaskan, pihaknya kini tengah mengakselerasi lima program prioritas atau Quick Wins. Yakni GENTING untuk pencegahan stunting, TAMASYA untuk peningkatan kualitas daycare, GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia, SIDAYA bagi pemberdayaan lansia, hingga Super Apps Keluarga berbasis digital.
“Semua program ini diarahkan untuk memperkuat kualitas keluarga sekaligus menciptakan generasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Tak hanya itu, BKKBN Jatim juga mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Menurut Shodiqin, hingga April 2026 tercatat sebanyak 789.571 penerima manfaat MBG 3B di Jawa Timur. Program tersebut ditopang 3.656 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 1.981 unit di antaranya telah aktif menyalurkan bantuan gizi langsung ke masyarakat.
“Untuk pengawalan di lapangan, kami melibatkan 93.729 kader Tim Pendamping Keluarga agar distribusi tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana Dedik Sugianto menyatakan siap mendukung sosialisasi program pemerintah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Salah satunya melalui edukasi di warung kopi untuk mengenalkan program GATI kepada kaum bapak dengan suasana santai dan komunikatif.
Selain itu, pihaknya juga menggagas kampanye digital unik, menggunakan nama program BKKBN sebagai password wifi di sejumlah warkop.
“Harapannya masyarakat makin familiar dengan program-program keluarga dan ketahanan generasi,” tandas Dedik. AM@n
