BANGKALAN | klikku.id — Kabupaten Bangkalan kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan Piagam Penghargaan kepada Kabupaten Bangkalan atas keberhasilan mencapai target minimal Discarded Rate Bukan Campak Bukan Rubella ≥2 per 100.000 penduduk serta Non Polio AFP Rate ≥3 per 100.000 penduduk tahun 2025.
Penghargaan tersebut tertuang dalam piagam bernomor 800.1.2.8/12968/102.5/2026, yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Winastri Tryono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S, di Surabaya pada 13 Mei 2026.
Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja-kerja kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan hasil positif, terutama dalam penguatan deteksi dini, pelaporan kasus, imunisasi, serta pengawasan penyakit yang berpotensi menular di masyarakat.
Kepala Puskesmas Tanah Merah, IB Hanafi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari etos kerja tenaga kesehatan, bidan desa, penanggung jawab imunisasi, para kader desa, serta dukungan kepala desa atau klebun di wilayah Kecamatan Tanah Merah.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada staf Puskesmas Tanah Merah, terutama bidan desa, PJ imunisasi, para kader desa, serta bapak dan ibu klebun se-Kecamatan Tanah Merah,” ungkap Hanafi.
Hanafi menilai, keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata dari kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak yang selama ini terus bergerak bersama dalam mendukung program kesehatan pemerintah. Ia juga menyebut bahwa penghargaan yang diterima Dinas Kesehatan menjadi kebanggaan bersama, termasuk bagi jajaran puskesmas yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Dinas Kesehatan yang mendapatkan penghargaan, namun capaian ini tentu menjadi kebanggaan bersama karena di dalamnya ada kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dan dukungan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan Bangkalan mencapai target indikator kesehatan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pendataan, serta menjaga kedekatan pelayanan kesehatan dengan masyarakat desa.
Menurut Hanafi, kerja kesehatan tidak hanya bertumpu pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan kehadiran aktif petugas di tengah masyarakat. Peran bidan desa, kader, serta pemerintah desa dinilai sangat penting dalam memastikan program imunisasi, surveilans penyakit, dan edukasi kesehatan berjalan optimal.
“Ini hasil penilaian atas etos kerja dan kolaborasi sinergis dengan tokoh-tokoh terkait yang diinisiasi oleh tenaga kesehatan Bangkalan. Tentu ini membanggakan dan menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Puskesmas Tanah Merah berharap seluruh elemen kesehatan dan pemerintah desa dapat terus mempertahankan kekompakan. Sebab, keberhasilan program kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kerja bersama, kepedulian, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat membutuhkan sinergi berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten, puskesmas, desa, hingga para kader yang bersentuhan langsung dengan warga.
#Anam
