BANGKALAN | klikku.id – Polemik kualitas beras Bantuan Pangan (Bapang) yang disalurkan Perum Bulog di Kabupaten Bangkalan terus bergulir. Setelah muncul keluhan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan Pangeranan yang menilai beras tidak layak konsumsi hingga sebagian diberikan untuk pakan ayam dan bebek, Dinas Pangan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (P2KP) Kabupaten Bangkalan akhirnya angkat bicara.
Kabid Pertanian Dinas P2KP Bangkalan, Abu Said, mengungkapkan bahwa pihaknya semula berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi di Kecamatan Tanah Merah menyusul ramainya keluhan masyarakat. Namun rencana tersebut batal karena beras yang dikeluhkan telah lebih dahulu dikembalikan atau diambil kembali.
“Kami sebenarnya mau ke lokasi di Tanah Merah. Tapi informasinya beras yang dikeluhkan itu sudah dikembalikan, sudah diambil kembali, sehingga pengecekan tidak jadi dilakukan,” ujar Abu Said.
Menurutnya, informasi yang diterima dari pimpinan dinas menyebutkan bahwa beras yang dipersoalkan masyarakat memang telah dinyatakan berkualitas buruk sehingga proses pengembalian dilakukan.
Abu Said menjelaskan bahwa pada penyaluran bantuan pangan sebelumnya, Dinas P2KP pernah dilibatkan dalam proses pengawasan kualitas dan kuantitas bantuan. Saat itu petugas melakukan pengecekan kondisi beras, penimbangan minyak goreng, hingga memastikan kesesuaian jumlah bantuan yang diterima masyarakat.
Namun pada penyaluran yang kini menjadi sorotan, Abu Said mengaku tidak mengetahui adanya koordinasi maupun pemberitahuan dari pihak Bulog kepada Dinas P2KP.
“Biasanya ada informasi dan koordinasi. Kalau sekarang ini sepertinya tidak ada pemberitahuan ke dinas. Kalau ada pemberitahuan tentu kami bisa turun untuk melihat kualitasnya terlebih dahulu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan program bantuan pangan sejatinya membutuhkan koordinasi lintas instansi mulai dari Bulog, pemerintah daerah, kecamatan hingga unsur pengamanan agar prinsip tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas dapat terpenuhi.
“Kami siap melakukan pengawasan apabila dilibatkan. Kalau ada informasi, kami pasti turun untuk melakukan pengecekan,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah KPM di Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan Pangeranan mengeluhkan kualitas beras bantuan pangan yang diterima. Sebagian warga bahkan mengaku memilih memberikan beras tersebut kepada ternak ayam maupun dijadikan pakan bebek karena dinilai tidak layak dikonsumsi.
Keluhan tersebut memicu pertanyaan publik terkait mekanisme pengawasan distribusi bantuan pangan yang menggunakan anggaran negara. Selain kualitas beras, sejumlah pihak juga menyoroti pola distribusi bantuan yang dinilai kurang transparan di tingkat bawah.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Perum Bulog Bangkalan belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan buruknya kualitas beras yang didistribusikan kepada KPM maupun terkait informasi pengembalian beras dari wilayah Tanah Merah.
Masyarakat berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses distribusi bantuan pangan agar kualitas beras yang diterima KPM benar-benar sesuai standar dan tidak lagi menimbulkan keluhan di lapangan.
Reporter :#Anam
