Ekonomi Bisnis Transportasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:38 WIB

1 hari yang lalu

logo

Inovasi EAZI Dongkrak Produktivitas, Arus Petikemas TPK Nilam Tembus 49.685 TEUs

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat hasil signifikan setelah menerapkan Program Easy Access Zone Integration (EAZI) di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam).

Inovasi yang diterapkan dalam penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak itu berhasil mempercepat pelayanan kapal sekaligus meningkatkan kapasitas operasional terminal.

Program yang dijalankan pada periode 23 April hingga 25 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara operator terminal, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan kepelabuhanan.

Fokus utamanya adalah mengoptimalkan pengelolaan area labuh agar proses pergantian kapal berlangsung lebih cepat dan efisien.

Hasilnya cukup mencolok. Waktu pergantian kapal atau ship to ship (STS) yang sebelumnya memerlukan 4 hingga 5 jam kini rata-rata hanya sekitar 1,5 jam.

Bahkan, rekor tercepat tercatat saat pelayanan Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi pada 24 Mei lalu yang hanya membutuhkan waktu 31 menit.

Efisiensi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kapasitas layanan. Jika sebelumnya TPK Nilam melayani rata-rata 14 kapal per pekan, kini jumlahnya naik menjadi 17 kapal atau meningkat sekitar 21 persen.

Terminal Head TPK Nilam Retno Pujianto mengatakan percepatan proses pelayanan kapal membuka ruang yang lebih besar bagi terminal untuk menerima lebih banyak kunjungan.

“Efisiensi yang tercipta memberikan dampak langsung terhadap produktivitas terminal. Pada Mei 2026, TPK Nilam mencatat arus petikemas tertinggi sepanjang tahun ini dengan volume mencapai 49.685 TEUs,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari KSOP Utama Tanjung Perak. Kabid P2 KSOP Utama Tanjung Perak Arizal menilai program itu mampu meningkatkan kelancaran pelayanan kapal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David P. Sirait menegaskan, keberhasilan EAZI membuktikan peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur baru.

Menurutnya, inovasi operasional, kolaborasi lintas instansi, dan optimalisasi aset yang ada dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat daya saing pelabuhan serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional.

‘Ke depan, konsep serupa direncanakan akan diterapkan di Terminal Petikemas Berlian untuk memperluas manfaat yang telah dirasakan di TPK Nilam,” pungkasnya. AM@n


 

15

Baca Lainnya