Pendidikan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:34 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Perjuangan Aleyya: Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih demi FK UNAIR

SURABAYA | klikku.id – Bagi banyak peserta, ujian mandiri menjadi kesempatan terakhir untuk meraih kampus impian. Semangat itu yang mengantarkan Aleyya Intan Adonia Cinara datang dari Surakarta ke Surabaya untuk mengikuti Ujian Mandiri Universitas Airlangga (UNAIR), Jumat (26/6).

Lulusan SMA Negeri 1 Surakarta tersebut datang bersama kedua orang tuanya dengan satu tujuan besar: menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.

Padahal, Aleyya sebenarnya sudah mengamankan kursi kuliah melalui jalur UTBK. Ia diterima di Program Studi Kedokteran Gigi pada perguruan tinggi lain. Namun kesempatan itu belum mampu menggeser impian yang telah ia simpan sejak kecil.

“FK UNAIR memang sudah menjadi tujuan saya sejak lama. Saat SNBT saya diterima di pilihan kedua, tetapi saya tetap mendaftar jalur mandiri UNAIR. Kalau diterima di sini, tentu saya memilih UNAIR,” ujarnya.

Keinginan berkuliah di FK UNAIR tumbuh dari kebiasaan keluarganya saat berlibur ke Surabaya. Dalam perjalanan, orang tuanya kerap menunjukkan gedung FK UNAIR dan menceritakan reputasinya sebagai salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia.

Pengalaman itu perlahan menanamkan cita-cita besar dalam diri Aleyya. Ketika memutuskan ingin menjadi dokter, kampus yang pertama kali terlintas di benaknya adalah FK UNAIR.

“Dulu setiap ke Surabaya selalu melewati FK UNAIR. Orang tua sering mengatakan fakultas ini sangat bagus. Lama-kelamaan saya punya mimpi bisa kuliah di sini,” kenangnya.

Dukungan keluarga menjadi modal penting dalam perjuangannya. Kedua orang tuanya tidak hanya memberikan kebebasan memilih jalan hidup, tetapi juga selalu hadir mendampingi setiap proses yang dijalani.

“Orang tua selalu mendukung pilihan saya. Mereka siap mendampingi proses yang saya jalani,” katanya.

Tekad Aleyya pun tidak berhenti pada seleksi tahun ini. Jika belum berhasil lolos, ia mengaku siap mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.

“Kalau memang belum rezeki, saya akan mencoba lagi. Insyaallah saya tetap memilih FK UNAIR karena ini memang impian saya sejak dulu,” tegasnya.

Perjuangan Aleyya menjadi gambaran bahwa mimpi terkadang membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.

Meski telah memiliki kursi kuliah di tangan, ia memilih terus berjuang demi satu tujuan yang telah lama diidamkan: mengenakan jas almamater FK UNAIR dan menjadi seorang dokter. AM@n


 

36

Baca Lainnya