Pendidikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:38 WIB

10 jam yang lalu

logo

Unusa Terima 10 Mahasiswa PPDS Perdana, Siap Kembali Mengabdi ke Daerah

SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi memulai penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan menerima 10 mahasiswa angkatan pertama.

Mereka terbagi dalam dua program studi, yakni Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) serta Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

Langkah ini menjadi tonggak baru bagi Fakultas Kedokteran Unusa dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan, kepercayaan menyelenggarakan PPDS merupakan amanah dari pemerintah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unusa yang telah terakreditasi Unggul memiliki kewajiban menghadirkan pendidikan dokter spesialis berkualitas.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi Unusa, tetapi juga tanggung jawab untuk membantu menjawab kebutuhan dokter spesialis yang masih sangat besar di Indonesia,” ujarnya.

Sebanyak lima mahasiswa diterima di PPDS Paru dan lima lainnya di PPDS Obstetri dan Ginekologi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai Surabaya, Tuban, Jember, Tulungagung, Mojokerto, Lamongan, Kediri, Probolinggo hingga Masalembu.

Prof Tri Yogi menegaskan seluruh peserta telah menandatangani komitmen untuk kembali bertugas di daerah atau instansi asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis.

Selain itu, Unusa juga menegaskan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perploncoan.

Kampus telah menyiapkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk memastikan proses pendidikan berjalan sehat dan profesional.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa Prof Budi Santoso menilai keberagaman asal peserta menunjukkan tingginya kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah.

Kehadiran peserta dari wilayah kepulauan seperti Masalembu menjadi salah satu gambaran tantangan pemerataan tenaga medis di Indonesia.

Saat ini Indonesia baru mampu menghasilkan sekitar 2.700 dokter spesialis setiap tahun, jauh di bawah kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 32 ribu dokter spesialis per tahun.

Karena itu, pembukaan PPDS di Unusa diharapkan menjadi bagian dari solusi mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga dokter spesialis nasional.

Dengan dukungan rumah sakit pendidikan, dosen, dan dokter pendidik klinis berpengalaman, Unusa menargetkan lahirnya dokter spesialis yang unggul secara kompetensi, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat. AM@n


 

32

Baca Lainnya