SIDOARJO | klikku.id – Transformasi digital mulai dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo.
Melalui aplikasi berbasis web E-Perca yang dikembangkan Tim Dosen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas, Kelompok UMKM Pengrajin Kain Perca kini dapat mengelola pesanan pelanggan sekaligus menyusun laporan keuangan secara lebih mudah, cepat, dan tertata.
Salah satu anggota kelompok pengrajin, Ismayati, mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut telah mulai dimanfaatkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Bahkan, pesanan dari konsumen kini sudah masuk melalui platform digital tersebut.
“Alhamdulillah, aplikasi E-Perca yang diajarkan oleh tim UHW Perbanas sudah mulai digunakan. Pesanan dari konsumen sudah masuk melalui aplikasi, dan kami juga sudah bisa membuat laporan keuangan dengan lebih baik dan benar,” ujar Ismayati saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Selain memanfaatkan aplikasi E-Perca, para pengrajin juga mulai memperluas jangkauan pemasaran melalui berbagai platform digital, seperti Instagram dan marketplace. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan promosi produk sekaligus memperluas pasar.
“Pendampingan dari UHW Perbanas sangat bermanfaat bagi kelompok kami. Produk-produk kain perca kini lebih mudah dikenal masyarakat. Kami juga semakin termotivasi menciptakan inovasi produk baru sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan,” tambahnya.
Sebelumnya, Kelompok UMKM Pengrajin Kain Perca Bluru Kidul juga memperoleh pelatihan pembuatan produk baru berupa gantungan kunci dan selongsong benang. Kehadiran dua produk tersebut menambah variasi cendera mata yang ditawarkan kepada konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ketua tim pengabdian sekaligus Dosen UHW Perbanas, Ari Cahya Puspitaningrum, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas usaha mitra melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan manajemen usaha.
Menurutnya, Kelompok Pengrajin Kain Perca Bluru Kidul dipilih sebagai mitra karena memiliki potensi besar dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.
“Rumah Perca Bluru Kidul memiliki potensi yang sangat baik. Para pengrajin mampu mengubah limbah kain perca menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual. Karena itu, kami ingin membantu meningkatkan daya saing mereka melalui penguatan branding, digitalisasi tata kelola dan pemasaran, hingga pengelolaan usaha berbasis teknologi,” ujar Ari.
Tidak hanya menghadirkan inovasi digital, tim pengabdian juga memberikan dukungan sarana produksi berupa mesin jahit quilting dan mesin bordir komputer.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan produk dengan kualitas dan tampilan yang lebih baik.
Selain itu, tim juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi serta memberikan pendampingan mengenai dokumentasi quality control guna memastikan kualitas produk tetap terjaga secara konsisten.
“Kami juga membantu menyusun SOP produksi serta memberikan pemahaman mengenai dokumentasi quality control agar kualitas produk dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” jelas Ari.
Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema “Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026”.
Melalui program tersebut, UHW Perbanas berharap digitalisasi, penguatan kapasitas produksi, dan peningkatan tata kelola usaha dapat menjadi fondasi bagi pengembangan Rumah Perca Bluru Kidul yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. Ryo
