Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:38 WIB

3 jam yang lalu

logo

Bank Indonesia Dorong Pemda Kreatif Cari Pembiayaan untuk Genjot Investasi Jawa

SURABAYA | klikku.id – Pemerintah daerah di Pulau Jawa didorong lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan untuk mempercepat pembangunan, dan merealisasikan berbagai proyek investasi potensial.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Java Regional Economic Forum (JREF) 2026 itu, mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, otoritas sektor keuangan, hingga lembaga pembiayaan pembangunan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, penguatan investasi diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa di tengah ketidakpastian global.

“Ekonomi Jawa pada triwulan II 2026 tumbuh 5,65 persen secara tahunan. Untuk sepanjang 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa diperkirakan tetap berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen,” ujarnya.

Menurutnya, investasi memiliki posisi strategis,.karena menyumbang 29,68 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa.

“Investasi juga berperan dalam memperluas kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing daerah,” tambahnya.

Namun, kebutuhan pembiayaan pembangunan tidak selalu bisa ditopang APBD. Terlebih, ruang fiskal daerah menghadapi berbagai tekanan.

Karena itu, BI mendorong pemda memanfaatkan skema creative financing. Pilihannya antara lain pinjaman daerah, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), penerbitan obligasi dan sukuk daerah, optimalisasi barang milik daerah, serta blended finance.

“Pemanfaatannya tetap harus memperhatikan kemampuan fiskal, tata kelola, kesiapan proyek, serta prinsip kehati-hatian,” tuturnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menilai diversifikasi pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Departemen Regional BI Tri Yanuarti menegaskan peran BI tidak hanya memberikan asesmen ekonomi, tetapi juga menjadi strategic advisor bagi pemerintah daerah.

BI akan membantu memetakan proyek investasi potensial, memperkuat Regional Investor Relations Unit (RIRU), serta mempertemukan pemda dengan investor, perbankan, otoritas keuangan, dan lembaga pembiayaan.

Rakor tersebut menghasilkan tiga agenda utama. Pertama, memperkuat pemahaman pemda terhadap skema dan tata kelola pembiayaan kreatif. Kedua, menyiapkan proyek investasi agar semakin matang dan bankable. Ketiga, membangun ekosistem pembiayaan yang ditopang regulasi, kelembagaan, SDM, dan koordinasi lintas sektor.

Dengan langkah tersebut, proyek investasi yang selama ini masih berada dalam daftar rencana diharapkan segera naik kelas menjadi proyek siap ditawarkan dan berujung pada realisasi investasi.

BI meyakini, semakin siap proyek dan semakin tepat skema pembiayaannya, semakin besar pula peluang investasi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Jawa. AM@n


 

8

Baca Lainnya