Daerah Pelayanan Publik Pemerintahan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:19 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

Dok gambar foto KLIKKU.ID Anam Biro Bangkalan.

Ditanya Lengkap Soal Bantuan Alsintan, Kabid Pertanian Bangkalan Hanya Ungkap 10 Traktor Roda Empat

BANGKALAN | KLIKKU.ID – Informasi mengenai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang masuk maupun disalurkan di Kabupaten Bangkalan kembali menarik untuk didalami. Terlebih, bantuan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan kelompok tani dan program pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

Untuk memperoleh informasi yang lebih utuh, wartawan pada Selasa (11/8/2026) kemarin, mengajukan pertanyaan kepada Kabid Tanaman Pangan Dinas P2KP Bangkalan, Abu Said S.P., M.M.

Pertanyaan yang disampaikan sebenarnya cukup jelas dan mencakup beberapa poin penting. Abu Said dimintai penjelasan mengenai alsintan apa saja yang dalam waktu dekat akan diterima atau telah disalurkan di Bangkalan, berapa jumlah unit masing-masing jenis, siapa calon penerima atau kelompok tani penerimanya, serta berasal dari sumber anggaran atau program pemerintah yang mana bantuan tersebut.

Namun, jawaban yang diberikan Abu Said hanya mengarah pada bantuan yang disebutnya telah disalurkan sebelumnya. “Alsintan yang kemarin disalurkan berupa traktor roda 4 sebanyak 10 unit,” jawab Abu Said.

Setelah menyebut jumlah tersebut, Abu Said kemudian merinci 10 kelompok tani yang disebut sebagai penerima bantuan. Di Kecamatan Tanah Merah terdapat Kelompok Tani Mulya Satu, Burdan. Kemudian Kelompok Tani Bina Karya Mandiri 2, Desa Gigir, Kecamatan Blega.

Selanjutnya Kelompok Tani Sumber Tani Unggul, Desa Bangpendah, Kecamatan Galis; Kelompok Tani Al-Hidayah II, Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya; serta Kelompok Tani Arrizqoh, Banyoneng Laok, Kecamatan Geger.

Berikutnya, bantuan disebut diterima Kelompok Tani Bina Luhur III, Desa Suwaan, Kecamatan Modung; Kelompok Tani Baru Bantal IV, Desa Tellok, Kecamatan Galis; Kelompok Tani Pemuda Tani Tunas Desa, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega; Kelompok Tani Pergerakan Abadi, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega; dan Kelompok Tani Rukun Tani II, Desa Labtek Barat, Kecamatan Galis.

Dengan demikian, dari jawaban tersebut setidaknya diketahui bahwa ada 10 unit traktor roda empat yang disebut telah disalurkan kepada 10 kelompok tani di sejumlah kecamatan di Bangkalan.

Akan tetapi, jika dicermati kembali pertanyaan yang diajukan, masih terdapat sejumlah bagian yang belum mendapatkan jawaban. Abu Said belum menjelaskan traktor tersebut berasal dari program apa, termasuk apakah bantuan itu bersumber dari APBD Kabupaten Bangkalan, APBD Provinsi Jawa Timur, APBN, maupun program kementerian atau sumber anggaran lainnya.

Begitu pula tahun anggaran pengadaan, nilai anggaran atau pagu, serta mekanisme program yang melatarbelakangi penyaluran 10 unit traktor tersebut belum disampaikan.

Yang juga belum terjawab adalah apakah 10 unit traktor roda empat itu merupakan keseluruhan bantuan alsintan yang telah diterima Bangkalan, atau hanya sebagian dari bantuan yang tersedia.

Pertanyaan mengenai bantuan alsintan lain yang akan diterima atau disalurkan dalam waktu dekat juga belum memperoleh penjelasan. Padahal, pertanyaan wartawan secara khusus meminta informasi mengenai jenis alsintan lainnya, jumlah masing-masing unit, serta calon penerimanya.

Dengan kata lain, jawaban Abu Said baru memberikan satu bagian dari informasi yang diminta, yakni mengenai 10 unit traktor roda empat beserta nama kelompok tani yang disebut sebagai penerimanya.

Sementara pertanyaan mengenai asal-usul anggaran dan program, nilai bantuan, waktu penyaluran, serta kemungkinan adanya jenis alsintan lain masih belum mendapatkan keterangan.

Hal tersebut tentu menjadi menarik ketika pejabat teknis memberikan jawaban kepada wartawan. Sebab, semakin spesifik pertanyaan yang diajukan, idealnya semakin lengkap pula informasi yang disampaikan kepada publik, terutama ketika menyangkut bantuan pemerintah yang penerimanya berasal dari kelompok masyarakat.

Bagi masyarakat, mengetahui siapa penerimanya memang penting. Namun mengetahui dari program apa bantuan tersebut berasal, siapa yang mengalokasikan anggarannya, berapa nilai pengadaannya, dan apakah masih ada bantuan lain yang akan disalurkan, juga tidak kalah penting.

Terlebih, data tersebut dapat menjadi bahan bagi publik maupun kelompok tani untuk mengetahui apakah distribusi bantuan alsintan memang telah berjalan sesuai program dan sasaran yang ditetapkan.

Dari sini, publik tentu dapat menilai sendiri sejauh mana jawaban pejabat tersebut telah menjawab substansi pertanyaan wartawan.

Apakah keterangan mengenai 10 unit traktor roda empat dan 10 kelompok tani penerima sudah cukup untuk menggambarkan keseluruhan bantuan alsintan di Bangkalan, atau justru masih menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar yang semestinya dapat dijelaskan oleh pejabat yang membidangi urusan pertanian tersebut.

Yang jelas, pertanyaan wartawan tidak berhenti pada “apa dan siapa penerimanya”, tetapi juga meminta penjelasan “dari mana sumber anggarannya, program apa, berapa jumlah keseluruhan bantuan, dan apa saja yang akan disalurkan berikutnya”. Jawaban atas bagian-bagian tersebut hingga berita ini disusun belum disampaikan secara lengkap oleh Abu Said.

#KLIKKU.ID ANAM

51

Baca Lainnya