BANGKALAN | KLIKKU.ID — Pengurus Mingguan Car Free Day (CFD) Bangkalan bersama perwakilan pedagang melakukan kegiatan study banding ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Deles MERR Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus sekaligus membuka wawasan para pelaku UMKM mengenai konsep pengelolaan, penataan, hingga manajemen sentra kuliner yang lebih terorganisir dan modern.
Ketua UMKM Mingguan CFD Bangkalan, Misbah, mengatakan, kegiatan study banding tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman dan referensi baru bagi pengurus maupun perwakilan pedagang dalam mengembangkan pengelolaan UMKM di Bangkalan.
Menurutnya, pembelajaran secara langsung dari pengelolaan sentra kuliner yang telah berjalan di daerah lain penting dilakukan agar para pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual beli, tetapi juga memahami aspek manajemen, pelayanan, kebersihan, penataan kawasan, serta kenyamanan pengunjung.
“Kegiatan ini dalam rangka peningkatan SDM pengurus dan perwakilan pedagang. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan dan manajemen sentra wisata kuliner di Deles MERR Surabaya,” ujar Misbah.
Sementara itu, Muhlis Assuryani, selaku Pembina UMKM Bangkalan, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan study banding tersebut.
Ia menilai, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM Bangkalan untuk memiliki pembanding sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam penataan sentra UMKM dan kawasan kuliner.
Muhlis berharap pengalaman yang diperoleh dari Surabaya tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan semata, melainkan dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan inovasi yang relevan untuk diterapkan di Bangkalan.
“Study banding ini penting agar UMKM Bangkalan memiliki pembanding. Dengan melihat konsep pengelolaan di tempat lain, diharapkan pemikiran pelaku UMKM semakin terbuka, lebih modern, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia usaha,” ungkapnya.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM, dari sekadar menjalankan aktivitas perdagangan menjadi pengelola usaha yang memiliki visi pengembangan jangka panjang.
Penguatan kapasitas SDM, tata kelola kelompok, kebersihan lingkungan, kreativitas produk, pelayanan konsumen, hingga strategi membangun daya tarik kawasan dinilai menjadi sejumlah aspek penting yang perlu terus dikembangkan.
Dengan adanya proses belajar dan bertukar pengalaman seperti ini, UMKM Mingguan CFD Bangkalan diharapkan dapat semakin profesional dalam mengelola aktivitas perdagangan sekaligus mampu menciptakan ruang usaha yang tertata, nyaman, produktif, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM Bangkalan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga keberadaan pelaku usaha kecil tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat daerah.
#Anam KLIKKU.ID
