BANGKALAN | KLIKKU.ID — Upaya memperbaiki tata kelola sektor pertanian di Kabupaten Bangkalan terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui inovasi “Karna Pitaloka”, sebuah program pendataan petani dan lahan pertanian berbasis digital yang dikembangkan untuk mendukung kebijakan pertanian, khususnya dalam pemetaan petak sawah dan identifikasi lahan.
Program tersebut merupakan bagian dari aksi perubahan yang mengangkat tema “Kebijakan Alih Peran Pemetaan Petak Sawah & Identifikasinya sebagai Salah Satu Strategi Perbaikan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur.”
Dalam materi yang ditampilkan, Karna Pitaloka memanfaatkan pendekatan digital melalui aplikasi LahanTani, yang terintegrasi dengan pendataan dan pemetaan lahan pertanian. Data spasial berupa pemetaan petak sawah menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.
Konsep ini diarahkan untuk menghadirkan basis data pertanian yang lebih akurat, sehingga informasi mengenai petani, kepemilikan atau penguasaan lahan, serta lokasi dan luas petak sawah dapat dipetakan secara lebih sistematis.
Dengan tersedianya data yang lebih terstruktur, pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan.
Plt Kepala Dinas P2KP Pertanian Bangkalan, Dr. CHK Karyadinata, membenarkan bahwa Karna Pitaloka merupakan nama program yang dikembangkan dalam aksi perubahan tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai awal pelaksanaannya, CHK Karyadinata menyebut program tersebut mulai pada 2025. “Itu mulai 2025,” ujar CHK Karyadinata saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan program tersebut berkaitan dengan kegiatan Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Program tersebut kemudian kembali diperkenalkan dalam Jagad Inotek Award 2026 dengan mengusung tema Program Pendataan Petani & Lahan Pertanian Berbasis Digital – Karna Pitaloka. Materi publikasi juga mencantumkan penggunaan aplikasi LahanTani serta visualisasi pemetaan lahan pertanian berbasis digital.
Kehadiran Karna Pitaloka menjadi menarik karena persoalan data sering menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sektor pertanian. Pemetaan lahan secara digital dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai sebaran dan kondisi lahan pertanian.
Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pendukung dalam menentukan berbagai kebijakan, termasuk pendataan penerima manfaat program pertanian dan penataan distribusi sarana produksi.
Ditengah tuntutan agar penyaluran pupuk bersubsidi semakin tepat sasaran, keberadaan basis data petani dan lahan yang terintegrasi menjadi bagian penting dari proses perbaikan tata kelola.
Melalui Karna Pitaloka, Dinas P2KP Pertanian Bangkalan berupaya membawa pengelolaan data pertanian dari pola pendataan konvensional menuju sistem yang lebih terpetakan, terdokumentasi dan berbasis digital.
#KLIKKU.ID ANAM
