SURABAYA | KLIKKU.ID — Kiprah politik tidak selalu dipandang sebatas aktivitas elektoral dan kerja-kerja kelembagaan. Bagi Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI) dan Aliansi Madura Asli (AMAS), politik juga dapat menjadi ruang untuk merawat gagasan, kebudayaan, serta membangun kesadaran generasi muda.
Pandangan tersebut disampaikan Koordinator JAM-HMI sekaligus Ketua Umum AMAS, Abdullah Amas, saat memberikan apresiasi terhadap kiprah Willy Aditya, anggota DPR RI dari Partai NasDem, yang dinilainya memiliki perhatian terhadap perkembangan Madura sekaligus pemberdayaan generasi muda.
Menurut Amas, Willy Aditya merupakan salah satu figur politik nasional yang mampu membawa identitas dan gagasan tentang Madura ke dalam ruang diskursus kebangsaan. Ia menilai berbagai orasi dan forum yang diikuti Willy menunjukkan perhatian terhadap apa yang disebutnya sebagai “tenaga batin” kaum muda.
“Kalau kita lihat orasi-orasi yang mengangkat tenaga batin kaum muda, Willy Aditya telah harumkan nama Madura,” tegas Abdullah Amas.
Amas berpandangan, kedekatan Willy dengan kalangan muda menjadi salah satu karakter yang menonjol dalam kiprahnya. Menurut dia, Willy relatif mudah ditemui oleh berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, sehingga gagasan politik tidak hanya disampaikan melalui ruang formal, tetapi juga melalui dialog dan interaksi langsung dengan generasi muda.
Dalam pandangan Amas, posisi Willy di Partai NasDem juga tidak semata-mata dilihat dari aspek struktural sebagai anggota legislatif. Ia menyebut Willy sebagai salah satu figur yang memiliki peran penting dalam membawa gagasan politik yang dikembangkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, kepada kalangan generasi muda.
“Beliau mudah ditemui generasi muda dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan pemuda, beliau juga yang telah mengobarkan spirit Surya Paloh untuk negeri,” ujar Amas.
Apresiasi JAM-HMI dan AMAS tersebut kemudian ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas oleh Amas, yakni mengenai politik kebudayaan dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan kebangsaan.
Ia menilai, keberadaan politisi yang bersedia membuka ruang dialog dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan memiliki arti penting dalam proses regenerasi gagasan politik. Dalam konteks tersebut, Willy dipandang Amas tidak hanya hadir sebagai legislator, tetapi juga sebagai figur yang aktif berinteraksi dengan kelompok-kelompok muda.
Amas juga menilai kiprah Willy dalam memperkenalkan dan membumikan pemikiran Surya Paloh merupakan bagian dari dedikasi politiknya. Menurutnya, gagasan besar akan memiliki arti apabila mampu diterjemahkan ke dalam ruang sosial yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Bagi JAM-HMI dan AMAS, politik kebudayaan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan identitas lokal, gagasan kebangsaan, serta energi generasi muda dalam satu ruang dialog.
Dalam perspektif tersebut, kiprah Willy Aditya di panggung politik nasional dinilai Amas memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga ruang bagi generasi muda untuk tetap terlibat dalam pembentukan gagasan tentang masa depan Indonesia.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi catatan bahwa perjalanan seorang politisi tidak hanya dapat dibaca melalui posisi kelembagaan yang ditempatinya, tetapi juga melalui gagasan, ruang dialog yang dibangun, serta sejauh mana dirinya berinteraksi dengan kelompok masyarakat yang menjadi bagian dari proses kehidupan kebangsaan.
Bagi Amas, Willy Aditya merupakan salah satu figur yang dalam pandangannya mampu memainkan ruang tersebut, baik melalui aktivitas politik, forum kebudayaan maupun interaksi bersama organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
#KLIKKU.ID ANAM
