BANGKALAN | KLIKKU.ID — Maraknya kasus kriminalitas di Kabupaten Bangkalan menjadi sorotan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Trunojoyo Madura (PK PMII UTM). Dalam audiensi dengan Polres Bangkalan, Senin (26/10/2026), mahasiswa mendesak kepolisian menuntaskan kasus-kasus kriminalitas sekaligus memperkuat langkah pencegahan guna menjamin keamanan masyarakat, khususnya mahasiswa.
PK PMII UTM menyoroti sejumlah tindak kejahatan yang disebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari pencurian, penjambretan, hingga pembegalan. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan menyebabkan kerugian materiil bagi para korban.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa mempertanyakan penanganan perkara kriminalitas, terutama kasus-kasus yang disebut turut menimpa mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka juga menilai upaya preventif perlu diperkuat agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa dibayangi ketakutan terhadap ancaman kejahatan.
Ketua PK PMII UTM, Alimuddin, menyampaikan kritik terhadap upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bangkalan.
“Apa sebenarnya kerja Polres Bangkalan dalam menjaga keamanan dan ketertiban? Hal sefundamental keamanan masyarakat saja terabaikan dan seperti tidak ada tindakan nyata,” tegas Alimuddin.
PK PMII UTM turut menyoroti klaim adanya puluhan kasus kriminalitas sepanjang Oktober 2026 yang disebut berdampak terhadap masyarakat umum hingga mahasiswa. Organisasi mahasiswa tersebut bahkan menyuarakan kondisi yang mereka sebut sebagai “Darurat Keamanan” di Kabupaten Bangkalan.
Menanggapi aspirasi dan kritik yang disampaikan mahasiswa, Kapolres Bangkalan menyampaikan apresiasi atas kepedulian PK PMII UTM terhadap situasi keamanan di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Kapolres menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan gangguan kamtibmas, memperkuat patroli preventif, serta melakukan evaluasi secara berkala. Kepolisian juga berkomitmen menindaklanjuti kasus-kasus yang telah terjadi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Respons tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab keresahan mahasiswa dan masyarakat yang mengharapkan penanganan kriminalitas secara serius, disertai langkah pencegahan yang lebih optimal.
Dalam audiensi itu, mahasiswa juga menyinggung keamanan di kawasan Universitas Trunojoyo Madura, terutama wilayah timur kampus hingga Kecamatan Labang. Kawasan tersebut diusulkan menjadi salah satu titik prioritas pengamanan guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas yang dapat mengancam mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
Penguatan patroli di titik-titik rawan diharapkan mampu meningkatkan kehadiran aparat kepolisian sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.
Bagi PK PMII UTM, keamanan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dirasakan seluruh masyarakat. Penanganan kriminalitas, menurut mereka, tidak cukup hanya dilakukan setelah tindak kejahatan terjadi, tetapi juga harus disertai strategi pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.
Peningkatan patroli, pemetaan wilayah rawan, respons cepat terhadap laporan warga, serta pengungkapan perkara secara profesional menjadi sejumlah langkah yang diharapkan dapat diperkuat oleh kepolisian.
Komitmen Kapolres Bangkalan untuk meningkatkan patroli preventif dan menjadikan kawasan timur UTM hingga Labang sebagai prioritas pengamanan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah operasional yang nyata.
Masyarakat dan mahasiswa kini menantikan implementasi komitmen tersebut, termasuk konsistensi evaluasi keamanan serta perkembangan penanganan perkara kriminalitas yang telah dilaporkan.
Audiensi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif membutuhkan respons kepolisian yang profesional, partisipasi masyarakat, dan komunikasi terbuka antara aparat penegak hukum dengan kalangan mahasiswa.
#KLIKKU.ID ANAM
