Lifestyle Peristiwa

Minggu, 6 Februari 2022 - 05:12 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Graha Boen Bio Untuk Kegiatan Sosial Pendidikan

Surabaya | klikku.net – Untuk menunjang peribadatan dan kegiatan sosial pendidikan, pengurus Klenteng Boen Bio Surabaya memutuskan membangun Graha Boen Bio.

Kegiatan peletakan Batu Pertama pembangunan gedung Graha Boen Bio, dilakukan pada Sabtu (5/2/2022) .

Menurut Ketua MAKIN Boen Bio Handoko Tjokro, nantinya Graha Boen Bio berfungsi menunjang semua kegiatan Klenteng Boen Bio, sebagai klenteng Khonghucu tertua di Surabaya.

“Selain untuk peribadatan, Klenteng Boen Bio juga memiliki misi pendidikan, yakni Sekolah Tripusaka untuk siswa PG, TK dan SD. Yang bangunannya berada di belakang klenteng. Karena  sudah tua, kami putuskan untuk direnovasi dan dibangun ulang menjadi Graha Boen Bio,” ujarnya.

“Dengan dibangunnya Graha Boen Bio, maka tersedia ruang yang lebih luas untuk pengembangan pendidikan. Nantinya, juga ada ruang klinik kesehatan. Serta ruang serba guna untuk kegiatan umum, yang dilengkapi lahan parkir,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kehormatan Panitia Pembangunan Alexander Tanzil mendoakan agar pembangunan Graha Boen Bio berjalan lancar dan sukses.

“Rencana pembangunan hingga selesai, sekitar 12 hingga 18 bulan ke depan. Dan dimulai bulan Maret tahun ini. Semoga semuanya lancar dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Prosesi peletakan Batu Pertama Graha Boen Bio dimulai dengan doa bersama di depan altar klenteng, yang dipimpin Ketua MAKIN Boen Bio Handoko Tjokro.

Dengan didampingi rohaniwan dan para pengurus, doa bersama dilanjutkan di tempat peletakan batu pertama, yakni gedung yang akan direnovasi.

Lalu prosesi peletakan Batu Pertama dilakukan oleh sejumlah pengurus dan panitia pembangunan secara bergiliran. Dan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah.

Sejumlah Rohaniwan sembahyang bersama di tempat peletakan Batu Pertama Graha Boen Bio

Kelenteng Boen Bio di Jalan Kapasan 131 Surabaya, adalah tempat ibadah Khonghucu tertua di Surabaya. Sebelumnya, tempat ini bernama Kelenteng Boen Tjhiang Soe, yang berdiri pada tahun 1883 di Kampung Kapasan Dalam Surabaya.

Pada tahun 1903, atas saran seorang intelektual Khonghucu bernama Kang Youwei (康有为), diputuskan agar Klenteng Boen Tjhiang Soe dipindah di pinggir jalan raya.

Lalu didirikan bangunan baru dengan nama Klenteng Boen Bio, yang tetap berdiri megah hingga sekarang. Dan menjadi salah satu tempat ibadah umat Khonghucu di Surabaya.

“Sejak jaman perjuangan melawan Belanda, Boen Bio telah menjadi ikon perjuangan dan tempat bertumbuhnya demokrasi. Itulah sebabnya renovasi gedung Tripusaka menjadi Graha Boen Bio patut didukung dan dilestarikan,” pungkas Handoko Tjokro. @Nto tze


Editor: Joe Mesti

1757

Baca Lainnya