Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Rabu, 23 Maret 2022 - 14:00 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Gubernur Khofifah Targetkan 1000 Pesantren Jatim Laksanakan Program OPOP di 2024

Surabaya | klikku.net – Pemprov Jatim mentargetkan 1.000 pesantren bisa melaksanakan program OPOP (One Pesantren One Product) pada 2024.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir dalam forum Silaturahmi dan Temu Bisnis Pesantren Peserta OPOP 2022 di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya ini, juga mendorong produk-produk pondok pesantren di bawah Program OPOP Jatim, masuk dalam daftar Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), pemerintah mentargetkan belanja barang buatan dalam negeri. Jatim sendiri mendapat target tertinggi senilai Rp 26,8 triliun, dari total Rp 400 triliun pengadaan barang/jasa yang bersumber dari APBD seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Dengan adanya program tersebut, maka diperkirakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri di Jawa Timur pada tahun 2022, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,0-5,8 persen. Hal itu juga menjadi wujud nyata semangat Optimisme Jatim Bangkit tahun 2022.

Khofifah menandaskan, bahwa peserta Program OPOP bisa langsung melengkapi persyaratan PBJ tersebut. Kemudian segera melakukan komunikasi dengan Pemda maupun Pemkab setempat. Setelah itu, produk OPOP Jatim diharapkan dapat masuk dalam kategori Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sementara itu, Ketua OPOP Jatim sekaligus Pj. Sekdaprov Jatim, Wahid Wahyudi memaparkan, selama tahun 2021 setidaknya ada 550 pesantren yang melaksanakan program OPOP. Sedangkan pada 2022 ini OPOP Jatim sudah mengumpulkan 250 pesantren.

“Jadi sekarang totalnya 750 pesantren, 2023 nanti nambah 250 pesantren lagi. Jadi target 2024, menjadi 1000 pesantren semoga dapat melaksanakan program OPOP ,” ujarnya.

Dengan demikian, Wahid berharap para santri bisa memanfaatkannya dengan baik. Minimal, para santri paham pasar dan bisa meningkatkan skil kompetensi yang mereka miliki.

“Kemandirian bisa terbangun, skil bisa bertambah dan paham penjualan di medsos terkait start up baru. Sosio preneur juga diharapkan dapat meningkatkan wirausaha yang telah dibangun sampai dengan program OPOP masuk,” pungkasnya. @Nto tze


 

624

Baca Lainnya