Pendidikan

Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:15 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, Unitomo Bentuk Satgas Anti Kekerasan Seksual

Surabaya | klikku.net – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan Seksual, Selasa (23/8).

Bertempat di Auditorium Ki Moh. Saleh, Rektor Siti Marwiyah dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, mengajak seluruh sivitas akademika Unitomo untuk menolak dan memberantas kekerasan seksual.

Kegiatan ini dilakukan di hadapan mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Saya mengangkat Nuril Huda, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menjadi ketua Satgas Anti Kekerasan Seksual, yang anggotanya sebanyak 50% merupakan mahasiswa. Karena terkait hal ini, kita harus saling mengawasi. Dan berani speak up bila menemukan kasus ini”, ujarnya.

Perempuan yang biasa disapa Iyah ini juga menyampaikan, bahwa pembentukan satgas tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Artinya, kita melakukan aktivitas preventif. Jangan sampai dunia pendidikan, khususnya di Unitomo, muncul kasus yang kurang mengenakkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Dyah Sawitri sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Unitomo dalam membentuk Satgas Anti Kekerasan Seksual.

“Ini bisa menjadi contoh bagi kampus-kampus lain, dalam mencegah dan memberantas kekerasan seksual. Karena kita tahu, dunia pendidikan akhir-akhir ini marak terjadi kasus kekerasan seksual”, ujar perempuan pertama yang memimoin L2Dikti Wilayah VII ini.

Sebagai upaya menguatkan karakter secara adab dan akhlak. Kegiatan ini juga menghadirkan Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy Malang, KH. Zain Baik sebagai narasumber.

“Saya akan sampaikan bagaimana para Soetomo Muda ini tolak kekerasan seksual di kampus. Bagaimanapun, kampus ini adalah kampus kebangsaan dan kerakyatan, yang mahasiswanya sangat cerdas. Jadi mengenai hal-hal sensitif seperti ini, harus lebih bisa diatasi dengan sigap dan intelek,” ungkapnya. @Nto tze


 

251

Baca Lainnya