Ekonomi Bisnis

Rabu, 5 Oktober 2022 - 08:09 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Dobujack Bangkit Bersama Shopee di Era Pandemi

Jakarta | klikku.net – Perkembangan tren di industri fashion Indonesia, mendorong para pelaku usaha untuk terus berkreasi dengan berbagai variasi produk yang dapat menunjang masyarakat untuk berekspresi.

Terdorong hal itu, sejak tahun 2005, Delly Fitriansyah berusaha membangun bisnis clothing brandnya di Bandung dengan nama Dobujack, yang merupakan singkatan dari Doa iBu Jadi Anak Cepat Kaya.

Pada tahun 2020, ia memutuskan masuk dalam ranah digital, untuk meraih sukses bersama Shopee.

“Perubahan tren dalam dunia fashion, memang tidak ada habisnya. Karena itu, Dobujack fokus memperkenalkan tren fashion unisex, untuk para pria & wanita dengan mengedepankan gaya kasual, simpel, nyaman, dan trendi,” ujar Delly, saat Webinar Seller Story Shopee 10.10 Brands Festival, dengan tema Semangat Dobujack Perkenalkan Produk Fashion Lokal Kekinian Untuk Anak Muda Indonesia, Selasa (4/10).

Ia menambahkan, Dobujack menyasar generasi muda yang memiliki spirit fashion penuh petualang. Melalui strategi penjualan yang diawali secara offline, dengan menitipkan produk pada toko-toko distro Bandung.

“Karena ingin mendapat atensi yang lebih besar. Kami memberanikan diri memperluas distribusi hingga 15 titik kota besar, seperti Jakarta, Jogja, Tangerang, Bekasi, Makassar, dan Surabaya. Hingga pada tahun 2008, kami berhasil membuka gerai distro pertama di Bogor. Lalu berlanjut di Bandung pada tahun 2014, dan Bekasi pada tahun 2017,” tambahnya.

Ia menjelaskan, tidak ada perjalanan yang mulus. Banyak tantangan yang kerap dihadapi, harus kerja keras, merelakan waktu bermain di masa kuliah, ditipu rekan bisnis, barang hilang, pembayaran tertunda bertahun-tahun, hingga kondisi terberat saat pandemi 2020 menyerang.

“Dengan tekad yang kuat, kami terus belajar dan mencari solusi, terhadap setiap kendala yang dihadapi. Berkomitmen untuk terus berkreasi dan berinovasi, mendorong kami melakukan riset pasar secara berkala, dan quality control yang baik. Sehingga mewujudkan koleksi-koleksi Dobujack dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, akan produk fashion lokal berkualitas dengan harga terjangkau.” ungkapnya.

Ia mengaku, tantangan terberat adalah saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Dimana saat itu, event offline pameran yang telah direncanakan serentak di 11 kota akhirnya batal karena lockdown,

“Bahkan seluruh gerai toko offline pun dengan terpaksa harus ditutup. Kami menyusun ulang strategi penjualan dan beradaptasi dengan cara baru, yakni dengan memanfaatkan ranah digital untuk lebih dekat dengan konsumen. Kini Dobujack telah memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee, yang dapat memperluas jangkauan serta kemudahan akses bagi konsumen,” pungkasnya. @Nto tze


 

317

Baca Lainnya