Gresik | klikku.net – Komunitas Jurnalistik Jawa Timur (KJJT) Wilayah Gresik gelar rapat kerja, serta memantapkan program edukasi komunikasi jurnalistik.
Agenda pertama ini akan menggelar Ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri, Kamis (13/10).
Agenda pertama tersebut, dalam Rangka doa Bersama Pra Peresmian KJJT Wilayah Gresik, yang di hadiri Ketua Umum KJJT PUSAT Ade Maulana dan anggota KJJT pusat.
Koordinator pelaksana kegiatan Moh Sudasir mengatakan, bahwa kegiatan pertama ini adalah mendo’a kan para waliullah,sunan, yang telah berjasa dalam si’ar agama Islam.Sehingga Islam berkembang pesat hingga pada peradaban modern ini.
Kegiatan pertama ini berjalan dengan sukses dan kegiatan selanjutnya adalah mengedukasi serta bedah solusi jurnalis. Bertempat di kantor sekretariat Sindu Joyo no 64 pemaparan semua aspek kejurnalistikan di sampaikan paskah pemotongan tumpeng syukuran.
“Edukasi pertama dilakukan pada insan jurnalis, kemudian stecholder dan lapisan masyarakat atau dunia pendidikan di gresik,” katanya.
Kemudian Ketua KJJT Gresik Amin yang merupakan reporter JTV menuturkan, program yang sudah di gagas paskah pembentukan pengurus wilayah gresik, harus memiliki target capaian sehingga mendapatkan respon serta pemahaman positif pentingnya Informasi publik yang baik dan transparan.
Di wilayah Gresik ini cukup banyak potensi pemikir,baik dari orang tua atau pun anak muda. Masyarakat gresik terus berkembang sehingga perlu dan penting untuk di asah agar semakin tajam dan memiliki nilai positif bagi warga Gresik umumnya.
Bukan hanya bisa berkarya tulis atau pun reportase,kedepan masyarakat juga akan lebih pro aktif terhadap kebenaran informasi yang tersaji dalan sebuah berita tulis media on line, media cetak, media TV.
“Semakin jurnalis nya cerdas dan aktif serta kreatif, maka perkembangan segala sektor wilayah gresik pun akan terpacuh mengejar mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.
Ketua KJJT Pusat Ade maulana menyampaikan, di KJJT ini bukan hanya sekedar kumpul kumpul, ngopi atau makan makan saja. Dalam organisasi komunitas ada banyak pembimbing atau pembina yang akan memaparkan ilmu tentang kejurnalistikan.
Karya artikel ( tulis) memiliki kaidah dan etik serta standar ke ilmuan nya, sehingga perlu adanya pembimbing. Salah satu contoh edukasi adalah adanya Lamdik jurnalis, ada diklat jurnalis, ada uji kompetensi jurnalis.
“Jadi jurnalis itu memiliki jenjang yang cukup panjang. Tidak cukup hanya asal bisa menulis atau reportase saja. Namun ada banyak hal yang terus di pelajari oleh insan yang berprofesi sebagai jurnalis,” pungkaanya. Wandi
