Sidoarjo | klikku.net – Sebanyak 150 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (PPM) Tematik Mitigasi Bencana Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), disambut Camat Krian Sidoarjo Achmad Fauzi, Senin (19/12).
kegiatan KKN-PPM kali ini mengangkat tema “Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB)”.
Dalam sambutannya, Achmad Fauzi mengaku bangga dengan adanya peserta KKN-PPM dari Unitomo.
“Suatu kehormatan bagi kami, KKN dilaksanakan di Kecamatan Krian. Ini akan memberikan wawasan luar biasa terkait mitigasi bencana, khususnya sekolah madrasah aman bencana,” ujarnya, di Pendopo Kecamatan Krian.
“Untuk itu kami telah berkoordinasi dengan Unitomo dan pihak-pihak sekolah terkait. Untuk menghadirkan kepala sekolah atau perwakilannya dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPM Sapto Pramono menjelaskan, KKN semester ini diikuti 150 peserta yang dibagi menjadi 3 kelompok besar, untuk disebar ke 15 sekolah yang telah dipetakan.
“Adapun sekolahan yang menjadi target sosialisasi mitigasi bencana, diantaranya SDN Junwangi, Kemasan, Tempel, Sidomulyo 2, Ponokawan, Keboharan, Krian 1 dan 2, Sidomojo, Kraton, Sidorejo, Watugolong 1 dan 2, Barengkrajan 1, serta Sedenganmijen,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama 10 hari, sejak Senin (19/12) hingga Rabu (28/12), mendatang.
”Mahasiswa akan kami terjunkan di lapangan secara serentak, dengan didampingi masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di sejumlah lokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, hadir pula Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawiro. Ia meminta mahasiswa peserta KKN-PPM agar memberikan seputar pengetahuan SMAB, dan simulasi teknis turunan dari sosialisasi yang dilakukan.
“Materi-materi sosialisasi nantinya merupakan arahan teknis terkait manajemen kebencanaan. Juga penggunaan aplikasi INARISK. Serta Petunjuk pelaksanaan sosialisasi mitigasi kebencanaan bagi siswa di beberapa SDN terpilih,” ujar Dwijo.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi akan dibarengi dengan pemberian pengetahuan bencana melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).
“Jadi peserta KKN bisa memberikan pemahaman bencana sejak dini ke siswa, pun tidak menutup ke guru-guru juga. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat tangguh bencana,” pungkasnya. @Nto tze
