Pemerintahan Peristiwa

Jumat, 28 April 2023 - 22:00 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Surabaya Banjir, Pemkot Diminta Benahi Komunikasi Krisis

Surabaya | klikku.net – Lembaga Kajian Urbaning Center for Urban Studies meminta Pemkot Surabaya untuk membenahi komunikasi krisis, yang kerap dilakukan dengan menggunakan istilah genangan.

Beberapa tahun lalu, Pemkot Surabaya menolak Kota Surabaya disebut mengalami banjir akibat hujan deras. Dengan alasan air yang menggenang, langsung surut setelah hujan selesai.

Peneliti dari Urbaning, Fikri Disyacitta menyampaikan, bahwa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mendefinisikan genangan sebagai air yang merendam sampai 40 cm, dengan intensitas hujan yang rendah dan lekas surut.

“Namun apa yang terjadi belakangan ini di Surabaya, sudah masuk kategori banjir. Karena dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Surabaya, sudah serius,” ujarnya, Jumat (28/4).

Selain itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta tersebut menambahkan, bahwa penggunaan istilah banjir tidak perlu dikhawatirkan, sebagai ketidakmampuan Pemkot Surabaya dalam mengatasi bencana.

“Namun sebaliknya, dari sudut pandang komunikasi krisis. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan di Surabaya. Bahwa pengelolaan banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai sesuatu yang biasa, layaknya genangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, banjir merendam sejumlah titik di wilayah Surabaya Barat, pada Jumat (28/4) siang. Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan hampir satu jam.

Hujan mulai pukul 12.00 hingga 13.00 tersebut, mengakibatkan banjir yang berimbas pada kemacetan di Surabaya.

Salah satu titik macet, yakni di Jalan Mayjen Sungkono. Atau tepatnya, di depan Mall Ciputra World. Sepeda motor hingga mobil yang melintas di kawasan ini, hanya bisa jalan perlahan. Bahkan berhenti karena tidak berani melintas. @Nto tze


 

99

Baca Lainnya