Lamongan | klikku.net – Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk itu mari kita sadar untuk bayar pajak dengan tepat waktu.
Kali ini ada sebuah cerita yang mana anak sekolah dasar nekat menagih pajak kepada seorang nenek dengan marah-marah bahkan dengan menggunakan kekerasan. Banyak sekali saksi yang melihatnya kejadian tersebut, mulai dari anak anak bahkan orang dewasa.
Tapi anehnya sekian banyak orang yang melihat kejadian itu, tidak ada yang menolongnya, malah mentertawakannya tanpa henti, karena peristiwa itu terjadi di panggung hiburan pentas seni.
Hiburan pentas seni yang dipersembahkan oleh grup teater SDN 1 Kelorarum Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan merupakan puncak acara yang di tunggu-tunggu oleh penonton.
Karena cerita rakyat Sarip Tambakoso yang diperankan oleh anak didik SD tersebut, sangat jenaka sehingga membuat penonton tertawa, setiap tokoh utama Sarip dan si mboknya bahkan tokoh antagonis keluar.
Pentas Seni merupakan salah satu bagian acara dari Haflah Akhirusanah SDN 1 Kelorarum dan TK-SPS Anak Ceria tahun pelajaran 2022/2023.
Seperti sejarah Sarip tambak oso yang mana si mboknya Sarip tidak mampu bayar pajak di masa penjajahan Belanda di Indonesia, dan ditagih oleh lurah Gedangan.
Drama kolosal dengan durasi 40 menit yang didokumentasikan oleh Lensa Multimedia membuat penonton bermulut kering akibat tertawa girang.
Tampak acara tersebut, disamping prosesi wisuda diisi juga hiburan drama kolosal. Hal ini, membuat Wartono, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 1 Kelorarum sangat bangga dan mengapresiasinya.
” Alhamdulillah acara akhirussanah berjalan lancar. Setelah acara prosesi wisuda, banyak sekali warga sekitar yang hadir dan ikut menyaksikan acara pentas seni yang ada di halaman SD. Terima kasih buat anak-anak yang bisa memberikan tampilan terbaiknya buat para warga sekitar,” ujarnya.
Acara yang digelar pada Kamis (22/6/2023) malam tersebut, kian semarak dengan penampil mulai dari anak-anak TK, SPS anak SD, dan emak emak paguyuban dari TK dan SD, dengan tema ” Lestarikan Budaya Indonesia” yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB.
Akrip, M.Pd., selaku pengawas dari UPT pendidikan memberikan banyak sekali apresiasi dan semangat buat para wisudawan. Dan mengajak kepada para hadirin untuk lestarikan budaya nasional.
” Mari lestarikan budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain, seperti anak-anak yang di SD sini. Berani tampil dan memberikan hiburan yang luar biasa,” pungkas dia. Widji
