SAMPANG | klikku.net – Beredar voicenote di berbagai WhatsApp Group (WAG) yang melarang Kepala Desa (Kades) untuk menghadiri acara konsolidasi Desganjar di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.
Dalam voicenote berdurasi 22 detik itu terdengar suara pria yang melarang Kepala Desa di Kecamatan Jerngik agar tidak hadir pada undangan acara yang berada di Desa Ketapang Daya.
Assalamualaikum Wr Wb, Tak langkong dek cakancah klebun se-Kecamatan Jerngik. Besok ada undangan di Ketapang Daya, kalau perlu tidak usah hadir semuanya. Ingat resikonya di tahun 2025, mun tak terro tekkah hajet akalongnah omplung. Mator Sakalangkong. (Isi dalam voicenote yang viral di WAG).
Tentunya acara yang di maksud itu adalah Rapat Konsolidasi Desganjar Kabupaten Sampang, yang digelar di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Tepatnya di rumah Ketua Paguyuban Klebun Pantura Sampang Bersatu, Moch. Wijdan.
Menanggapi voicenote tersebut, Moch. Wijdan angkat bicara. Menurutnya, meski ada intervensi ratusan Kades kompak menghadiri acara konsolidasi Desganjar, bahkan puluhan Kepala Desa dari Kecamatan Jerngik ikut serta hadir.
“Meski ada intervensi dan tekanan dari para penguasa, sebanyak 112 Kepala Desa di Kabupaten Sampang hadir pada acara konsolidasi,” ungkapnya, Rabu (09/08/2023).
Bun Wijd sapaan akrab Moch. Wijdan menerangkan, bahwa acara Rapat Konsolidasi Desganjar Kabupaten Sampang, merupakan acara Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang, dirinya hanya diminta untuk menyiapkan fasilitas.
“Konsolidasi ini merupakan acara AKD Sampang, kebetulan memakai rumah saya untuk dijadikan tempat acara,” pungkasnya.
Reporter : Anaf
