Nasional

Jumat, 29 September 2023 - 15:58 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Dok Anam klikku.net

Dok Anam klikku.net

Ustadz Teguh Anantawikrama Bicara Merawat Persatuan dan Penanganan Krisis Ala Sang Nabi Pada Konteks Hari Ini

Jakarta | klikku.net— PERSATUAN adalah bagian dari ciri khas Muhammad bahkan sebelum diangkat sebagai Nabi. Bagaimana dia mendamaikan 14 Kabilah di Mekkah dalam mengangkat hajar aswad di Ka’bah, mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar dan seterusnya.

Spirit persatuan hendaknya terus digelorakan disaat memperingati Ulang Tahun Rasulullah. Di dunia Islam kita melihat bagaimana banyak negara Islam hancur sia-sia karena konflik Sunni-Syiah seperti Di Irak, Iran, Suriah Dan Yaman dan hampir menyenggol Pakistan namun Alhamdulillah Allah menjaga agar Konflik Sunni-Syiah tidak melebar ke Pakistan, meski juga ada percikan sedikit konflik Sunni-Syiah di Indonesia kemarin-kemarin.

Dalam konteks menuju Pemilu hendaknya kita menggelorakan semangat persaudaraan sehingga tak menganggap konflik politik sebagai pertarungan antar ummat Islam sehingga yang satu merasa lebih beriman dari yang lain, toh ini hanya konflik bertema politik, tak ada urusan dengan identitas tertentu dan bukankah kita masih satu bendera, Indonesia.

Hendaklah kita meniru Nabi Muhammad yang selalu menggelorakan persatuan termasuk persatuan satu bangsa/nasional seperti yang dilakukan dulu kala sebelum diangkat jadi Nabi dalam mendamaikan 14 Kabilah Arab ataupun saat membangun Negara Madinah.

Penanganan Krisis.

Bahwa segala upaya kontestasi seyogyanya menuju sebesar besar kemamkmuran rakyat. Bahwa gagasan harus dikedepankan yang utama bagaimana kita menjadi lumbung pangan dunia dan pengusaha kecil selalu jadi bagian dari rantai pasok, semua Capres harus berani bicara mengeluarkan idenya soal itu. Dialektika kita harus berani menyentuh hal-hal yang mendasar memang diperlukan rakyat, karena ketika rakyat lapar mereka mudah dibakar dengan isu politisasi identitas dan hal lain.

Dalam konteks penanganan krisis dalam negeri. Nabi Muhammad menekankan persatuan dan melibatkan semua elemen untuk membangun pertahanan negara, ekonomi kaum muslimin utamanya kaum muhajirin yang baru tiba di Madinah dan seterusnya. Dengan spirit gotong royong penuh persaudaraan dan etos kerja keras yang luar biasa.

Saat ini dikampung-kampung kita melihat rakyat bertaruh menghadapi waktu, mereka memerlukan uluran tangan elite, memerlukan informasi yang tepat soal leadership para Capres terutama dalam menangani ancaman krisis baik pangan, usaha rumah tangga dan seterusnya, adakah mereka penuh spirit gotong royong bila kelak berkuasa?.

Para elite berbagai koalisi Capres harus berani mengganti juru bicara Capres yang memicu kegaduhan ditengah rakyat kecil yang mudah disulut kala perut mereka lapar atau pemahaman persatuan mereka minim.

Jangan lagi serangan bersifat pribadi Capres begitu kencang mengalahkan dashyatnya kampanye ide-ide para Capres.

Presiden Jokowi mengingatkan juga agar para pendukung dibawah gontok-gontokan padahal para Capres sudah ngopi bareng.

Mari kita semua menikmati demokrasi yang santun, jika kita seorang beragama tentu kita tahu bahwa Allah tak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan, misal memenuhi udara informasi publik dengan kalimat-kalimat kasar antar pendukung Capres dan lainnya. Seolah tak boleh ada orang yang berbeda pendapat berdiri di depan kita.

Kuat dan beradabnya demokrasi kita hari ini semoga Allah menjaga kita selalu dan semakin baik dan Allah menggagalkan upaya-upaya yang membuat demokrasi kita jadi terhinakan dan memicu kerusuhan lalu jadi bangsa gagal atasi krisis pangan dunia kedepan. Naudzubillah, kepada Allah kita berharap agar menjaga persatuan hati dan kualitas demokrasi kita.

Oleh : Teguh Anantawikrama


Editor : Anam

522

Baca Lainnya