Jakarta | klikku.net— (Direktur Eksekutif ATUM Institute). Hasil kajian kami di ATUM Institute, Berkali-kali Prabowo dan Prof. Sufmi Dasco selaku Ketua Harian DPP Partai Gerindra menjaga diri namun serangan lawan kian membabi buta. Tak ayal PDIP langsung menurunkan Sekjen PDI-Perjuangan Hasto dan Adian Napitulu beserta buzzer dibelakangnya. Ganjar seolah membiarkan.
Terbaru Hasto mengkritik penampilan Prabowo di acara Najwa Sihab dan dijawab enteng oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Prof. Sufmi Dasco.
Kepanikan menjadi-jadi kala Demokrat ke Prabowo dan PSI bakal dipimpin Kaesang putra Jokowi yang selama ini didukung Prabowo.
Ya. Prabowo dan Ketua Harian Prof. Sufmi Dasco terus menahan diri dari berbagai serangan bagi kemenangan Gerindra di Pilpres. Mereka ingin meninggalkan legacy bahwa perebutan kekuasaan sejak era raja-raja hingga kini, Gerindra tak ingin mengulang terjadinya percikan api konflik, terutama bagi generasi yang kini melek tekhnologi.
Prabowo dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Prof. Sufmi Dasco ingin membawa Gerindra mengepakkan sayap Garudanya melindungi demokrasi, ingin membuka permadani Indonesia agar nyaman bagi semua kelompok Politik untuk membangun.
Itulah yang membuat Jokowi merasakan perlindungan Gerindra bagi demokrasi sehingga banteng pun sedikit cemburu, ya Gerindra memilih semakin kuat namun memilih semakin rendah hati, hingga mawar PSI dan Bintang Mercy Demokrat pun ikut memberi warna di langit tempat Garuda Indonesia Raya Terbang Tinggi.
Ini bukan semata langkah strategis tapi sebesar-besarnya cinta sejati Gerindra, Prabowo dan Prof. Sufmi Dasco pada kawan maupun lawan. Dan kepada rakyat Indonesia bersabarlah, Gerindra akan selalu mengulurkan tangan persahabatan pada mereka yang cemburu, bukankah kita sama-sama berada dibawah satu bendera. Bendera yang tanahnya ada air mata Soekarno jatuh, tanah yang tak ingin lagi ada keributan dan tanah yang ingin dijadikan legacy pengorbanan Gerindra, Prabowo.
Komandan Prof. Sufmi Dasco.
Komandan Prof. Sufmi Dasco, Ya dia orang yang memilih santai dan banyak fokus menjaga persatuan antar elite dengan cemerlang di balik layar sambil merespon sedemikian cepat dan paripurna berbagai keluhan pasukan dibawah setelah dia mendapat informasi valid.
Dialah sosok yang banyak mendamaikan dan menenangkan berbagai geliat kontraproduktif di negeri ini. Tahu menempatkan diri kapan dia harus maju atau senyap sesuai intiusinya sebagai ‘komandan’ lapangan yang dengan cepat membaca medan.
Sikap komunikatifnya membuat sejumlah persoalan di negeri ini ‘diberesin’. Temuan penting bagi kemajuan negeri seperti kesehatan mulai temuan dokter terawan soal obat covid dan seterusnya dia back up.
Seperti juga intiusi kalangan media. Dia cepat membaca pergerakan. Pernah sebuah organisasi pelajar yang berdiri sejak dulu audiensi ke dia tercengang ketika Prof. Dasco mengaku selalu memantau perkembangan organisasi tersebut yang diakui Prof. Dasco agak menjauhkan diri dari politik.
Ketajaman intiusinya membuat dia ikut menemukan sejumlah potensi baik atau potensi sebaliknya dengan penanganan tepat sehingga hasilnya terjaga untuk keselamatan bangsa kedepan.
Oleh : Abdullah Amas.
Reporter : Anam
