Bangkalan | klikku.net— Wilayah Kecamatan Arosbaya punya banyak potensi yang bisa terus dikembangkan demi mendongkrak nilai ekonomi masyarakatnya sehingga akan berdampak pada percepatan kemajuan wilayah tersebut serta akan mendorong kemajuan Kabupaten Bangkalan.
Potensi yang kini sedang akan dikembangkan oleh jajaran kepala desa, muspika, muspida dengan didukung oleh para elemen tokoh masyarakat setempat itu yakni potensi wisata religi dengan akan dilakukan penambahan fasilitas umum yang akan mendukung kenyaman pada para wisatawan atau peziarah sehingga dari adanya penambahan fasum akan memberi dampak peningkatan perekonomian pada warga setempat juga pada PADes (Pendapatan Asli Desa, Red) terdampak dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melihat potensi wisata religi tersebut para kepala desa, Muspika, Muspida serta para elemen tokoh masyarakat kini kian gencar melakukan kordinasi hingga menggelar apat dengan difasilitasi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan pada hari Rabu (18/10) kemarin dan disambut langsung oleh asisten 1 dan asiten 2 Ismed Efendi dan Drs. Bambang dengan menyepakati pengadaan rest area di Desa Tengket.
Berkaitan dengan rencana pengembangan fasilitas penunjang pada peziarah atau wisatawan religi tersebut Tajib Aktivis Dokter Embong yang selama ini diketahui getol mendorong pelaksanaan rencana tersebut mengungkapkan jajaran pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten untuk pelaksanaan percepatan peningkatan wilayah Arosbaya tersebut.
“Diantara potensi yang berada di Wilayah Kecamatan Arosbaya ini yakni potensi objek wisata religi yang selama ini dikunjungi Makam Agung dan Air Mata baik oleh warga desa, kecamatan, kabupaten provinsi hingga wisatawan dari luar Jawa Timur,” kata Tajib menyampaikan keterangannya.
Saat rapat yang digelar oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan itu hadir menyambut langsung Asisten 1 Ismed Efendi, Asisten 2 Drs. Bambang Mustika, Disbudpar, Dinas Perhubungan, Kepala Desa Tengket, Makam Agung, Karang Pao, Buduran, Hanif Pegiat Arosbaya, Hosnan Pegiat Arosbaya, Jimhur Saroz Budayawan, Tajib Dokter Embong serta para tokoh terkait.
Reporter : Anam
Editor : Redaksi
