Pariwisata Pendidikan

Jumat, 10 November 2023 - 07:28 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo Meresmikan Sekolah Pariwisata Desa di Unitomo

Surabaya | klikku.net – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Angela Tanoesoedibjo meresmikan peluncuran Sekolah Pariwisata Desa (SEPADA), yang digagas Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Kamis (9/11).

Kegiatan tersebut, dilakukan bersamaan dengan seminar Nasional bertajuk Membangun Desa Wisata Mendunia, yang dilaksanakan di auditorium Ki Moh. Saleh gedung F kampus Unitomo.

Dalam sambutannya, Angela menyebutkan jika SEPADA merupakan suatu terobosan baru dan yang pertama di Indonesia. Dalam upaya mendorong pertumbuhan pariwisata, melalui desa yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Saya sangat bahagia sekali hari ini. Karena untuk pertama kalinya di Indonesia, kita bisa meluncurkan SEPADA. Ini merupakan komitmen kita bersama, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di desa wisata,” ujarnya.

Mbak Wamen juga menyebutkan, bahwa dari data yang dimiliki Kemenparekraf. Saat ini sudah sekitar 4.700 desa wisata di Indonesia. Dengan jumlah yang sudah banyak, dia merasa tugas saat ini adalah menjadikan desa wisata menjadi mandiri.

“Untuk menjadi mandiri, kuncinya ada di pelakunya, yaitu para Sumber Daya Manusia (SDM) di desa tersebut. Dengan adanya akses pendidikan melalui program SEPADA. Maka kualitas SDM di desa, bisa meningkat. Dan kesadaran mereka atas pariwisata, juga ikut tumbuh dan semakin maju,” ungkapnya.

“Ini adalah peran yang luar biasa dari Unitomo. Apalagi, meski baru diluncurkan, sudah ada 213 pegiat desa wisata yang daftar. Terima kasih untuk Ibu Rektor. Semoga bisa bermanfaat bagi para pelaku pariwisata, khususnya di desa wisata. Serta bisa menginspirasi universitas lain di berbagai daerah, untuk melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo (kiri) dan Rektor Unitomo Prof Siti Marwiyah (kedua kiri), saat meluncurkan SEPADA

Sementara itu, Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah S.H. M.H., mengungkapkan, bahwa dengan adanya SEPADA, pihaknua menargetkan setidaknya ada satu sarjana pariwisata di setiap Desa Wisata.

“Kita punya Sumber Daya Alam (SDA) yang bagus dan melimpah. Karena itu, perlu pemolesan dari SDM-nya, untuk diberikan kesiapan dan pengetahuan, agar meningkatkan kondisi ekonomi desa wisata,” ujar Iyat, biasa dia disapa.

Iyat menambahkan, kurikulum SEPADA akan berisi tentang kepariwisataan yang berorientasi pada pengajaran luar ruangan.

“Materinya cukup beragam. Mulai dari sisi pemasaran hingga digitalisasi. Di SEPADA, Unitomo menggandeng praktisi wisata dan juga dosen kepariwisataan. Termasuk, bekerjasama dengan sejumlah pelaku usaha pariwisata di Jatim,” ungkapnya.

“Kami berharap, SEPADA mampu mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia secara menyeluruh, melalui desa-desa dari proses pariwisata yang maju dan mandiri, ” pungkasnya.


 

860

Baca Lainnya