Surabaya | klikku.net – Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar Sidang Pengukuhan Guru Besar (Gubes), dengan mengukuhkan lima Gubes baru di Aula Graha Mukti, Kampus MERR-C, Rabu (20/12).
Salah satunya adalah penemu vaksin Astrazeneca Prof (HCUA) Carina Dewi Joe BSc MSc PhD, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga (Unair).
Dalam orasinya yang bertajuk Innovative Strategies for Preventing and Overcoming Pandemics: Integrating Technology and Human Expertise. Prof (HCUA) Carina menyampaikan bahwa vaksin menjadi kunci menghadapi ancaman pandemi.
“Seperti yang kita lihat saat pandemi Covid-19 lalu, vaksin berperan dalam meningkatkan resistensi dan ketahanan kesehatan kita,” ucapnya.
Dia menambahkan, tidak hanya vaksin Covid-19. Tetapi pengembangan vaksin untuk jenis patogen lainnya, juga harus terus berlanjut. Hal ini menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi munculnya pandemi baru di masa mendatang.
“Untuk itu, penting dilakukan pendekatan tradisional hingga pendekatan kolaboratif dengan teknologi. Untuk menciptakan solusi mutakhir dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pandemi di masa depan,” ungkap alumnus Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia itu.

Prof (HCUA) Carina juga menilai, bahwa pengembangan vaksin merupakan bentuk investasi pada kesehatan Indonesia. Investasi pada kesehatan inilah, yang akan menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa dan negara.
“Dengan berinvestasi pada penelitian dan peneggembangan vaksin, kita bisa mengembangkan vaksin yang lebih efektif, aman, dan terjangkau. Kita juga bisa menciptakan resiliensi manufaktur vaksin, yang dapat memproduksi vaksin secara mandiri,” tutur peneliti University of Oxford itu.
“Untuk itu, kita harus mengkolaborasikan teknologi, edukasi, regulasi, dan aksi bersama, untuk menciptakan infrastruktur kesehatan yang canggih dan unggul. utamanya di daerah kurang terjangkau (kurang layak),” pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya saat memimpin jalannya sidang pengukuhan, Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak memberi ucapan selamat, sekaligus mengingatkan tugas dan sepak terjang seorang profesor.

“Menjadi seorang profesor bukanlah tugas yang mudah. Mengingat semboyan excellence with morality Unair, yang menuntut seluruh civitas Unair, terutama para gubes, untuk terus menegakkannya. Profesor itu tunjangannya sedikit, tetapi tugas dan tanggung jawabnya sungguh luar biasa,” ujarnya.
Kendati demikian, Prof Nasih menyebut jika materi tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran, untuk mengganjar tugas seorang profesor.
“Kemaslahatan bagi umat manusia sebagai hasil dari peran mereka, akan memberikan balasan pahala yang akan terus mengalir bagi dirinya,” ungkapnya.
Selain mengukuhkan Prof (HCUA) Carina Dewi Joe BSc MSc PhD sebagai Guru Besar Kehormatan. Unair juga mengukuhkan empat Guru Besar lainnya, yakni Prof Dr Afif Nurul Hidayati dr SPDVE SubspVen FINSDV FAADV, Prof Dr dr Roedi Irawan MKes SpA(K), dan Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD0KPTI FINASIM dari Fakultas Kedokteran. Dan Prof Dr Dra Ni Wayan Sartini MHum dari Fakultas Ilmu Budaya.
