Bangkalan | klikku.net — Stunting hingga kini masih menjadi momok ditengah masyarakat sehingga hal itu menjadi salahsatu perhatian khusus pemerintah untuk sedini mungkin diatasi dengan berbagai macam upaya serta menggandeng para pihak terkait demi memaksimalkan penangannya.
Selain kegiatan rutin seperti posyandu pemerintah kini juga telah menggelar penanganan stunting dalam rangka peringatan hari gizi nasional yang ke 64 tepatnya di Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan dengan dihadiri langsung pimpinan setiap jenjang instansi terkait diantaranya Kepala Desa Glagga, Kepala Puskesmas Arosbaya hingga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.
Peringatan hari gizi itu menurut Nur Hotibah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan yang hadir langsung pada momen tersebut mengatakan pihaknya mengaku bangga melihat respon kebijakan pemerintah Desa Glagga dengan membentuk kegiatan Jumrah (Jum’at Berkah) dengan diisi kegiatan berupa pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita agar terbebas dari permasalahan gizi buruk atau stunting.
Mengenai kandungan gizi didalam aneka makanan itu Khotibah juga mengaku pihaknya khususnya melalui puskesmas setempat memberikan edukasi cara memasak yang ideal sehingga kandungan gizi, protein serta zat positiv lainnya bisa tetap bertahan pada setiap jenis makanan tersebut.
“Untuk kerjasamanya antara pemkab, kecamatan, puskesmas program stunting dari hasil evaluasi dari Indonesia itu, dari Bangkalan sendiri ada penurunan 21,2% nah disitu dari pemkab juga memberikan program jum’at berkah seperti memberikan telur dikumpulkan dari puskesmas ada bantuan susu yang diberikan sesuai juknis dan kebutuhannya,” kata Hotibah menegaskan keterangannya.
Berkenaan dengan kegiatan itu Amin Jakfar Kepala Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya dalam momen peringatan hari gizi yang ditempatkan di wilayah desanya, dirinya menyatakan menyambut baik momen yang diisi dengan program penanganan stunting tersebut dengan harapan agar masyarakat khususnya di Desa Glagga bisa terbebas dari belenggu permasalahan stunting ataupun gizi buruk tersebut.
“Saya tidak ingin masyarakat Desa Glagga terjangkit permasalahan stunting maupun gizi buruk itu mas, makanya dengan adanya kegiatan rutin seperti posyandu khususnya dengan diadakannya kegiatan penyuluhan secara langsung oleh para pejabat kesehatan seperti momen peringatan hari gizi yang diadakan didesa kami hari Kamis (25/01) ini, kami harap kedepan kegiatan serupa semakin sering dilaksanakan agar masyarakat Desa Glagga menjadi bagian dari SDM (Sumber Daya Manusia) yang menuju generasi emas seperti yang diprogramkan oleh pemerintah pusat,” urai Jakfar menyampaikan keterangannya.
Reporter : Anam
