Jakarta | klikku.net — Maksud untuk mendukung pemenuhan BBM di desa 3.827 kecamatan atau 53 persen kecamatan di Indonesian yang belum terjangkau akses SPBU dengan memanfaatkan aset desa, pada tahap awal sebagai crash program, akan diluncurkan pembangunan pertashop di 418 titik yang pembangunan fasilitas dan manajerial pengelolaan akan dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero).
Seperti yang dilansir sindikatpos edisi kamis Februari 2021 J.P.K.P berharap pemerintah evaluasi dan kaji ulang program pertashop agar keberpihakan pemerintah pada masyarakat prasejahtera bukan hanya menjadi isapan jempol belaka.
“Program Pertashop yang digulirkan Pertamina pusat, yang program ini menjual kebutuhan produk Pertamax dan LPG non subsidi, ini jelas akan sangat tidak popoler dan akan menjatuhkan citra buruk pada pemerintah,” ungkap Azis Soleh Ketua Umum J.P.K.P (Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah) melalui rilisnya (Kamis 18 Februari 2021) siang.
Menurutnya pemerintah melalui pertamina, membuat sebuah kebijakan dan terobosan program agar subsidi tepat guna dan tepat sasaran.
“Maka dengan ini saya selaku ketua umum J.P.K.P meminta kepada pemerintah dan pertamina untuk mengkaji ulang program tersebut, agar dievaluasi, tujuan dari pertashop ini sudah sangat bagus karena targetnya Bumdes, yang mana disamping mengangkat PADes juga subsidi bisa tepat guna dan tepat sasaran, yang mana ini jadi visi misi J.P.K.P, karena yang mengetahui masyarakat miskin adalah pemdes,” ujar Azis.
Jadi agar program pertashop jadi solusi mengentas kemiskinan harusnya pemerintah menurut Azis melalui pertamina menjual produk bbm dan lpg bersubsidi tersebut untuk dinikmati langsung masyarakat miskin, karena yang selama ini terjadi justru subsidi banyak dinikmati masyarakat yang mampu atau kaya.
“Nah melalui program pertashop ini harusnya yang bersubsidi yang harus dijualnya, kalau yang non subsidi malah diberikan untuk pertashop lalu subsidi buat siapa sebenarnya? ini sangat tidak membatu masyarakatnya, bukan jadi solusi.” tegas Azis.
Reporter : Anam
Editor : Redaksi
