Kesehatan Pendidikan

Kamis, 20 Februari 2025 - 13:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Menuju Akreditasi Unggul, Fakultas Kedokteran Unusa Lantik 17 Dokter Baru

Surabaya | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melantik 17 dokter baru, Kamis (20/2/2025). Mereka telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter selama dua tahun.

Para dokter ini juga lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), mencakup Computer-Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Pengambilan sumpah dokter kali ini merupakan yang ke-11 bagi Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, yang telah mencetak 187 dokter hingga kini. Para alumni telah tersebar di berbagai wilayah, bahkan melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Dekan FK Unusa, Dr. dr. Handayani, M.Kes., menyampaikan rasa bangganya atas prestasi ini. Ia berharap reakreditasi FK Unusa yang sedang berjalan, dapat meraih predikat unggul.

“Fasilitas kampus kami sudah memenuhi syarat sebagai pusat penyelenggaraan UKMPPD. Doakan kami segera menyusul institusi Unusa yang sudah unggul sejak 2023,” ujarnya.

Berikut beberapa kisah inspiratif dari para dokter baru:

Muhammad Dandy Rizaldi Putra: Bangkit Setelah Transplantasi Ginjal

Mengidap gagal ginjal sejak 2018, Dandy menjalani cuci darah di tengah kuliah, hingga akhirnya harus cuti. Kondisinya memburuk hingga memerlukan transplantasi ginjal, yang didonorkan oleh ibunya.

Berkat dukungan keluarga dan kampus, ia kembali melanjutkan studi pada 2021 dan berhasil menyelesaikannya. “Hari ini saya resmi menjadi dokter. Alhamdulillah, mimpi yang hampir saya lepaskan akhirnya terwujud,” ujar Dandy haru.

Nadia Hidayati: Kembali Mengabdi ke Tanah Kelahiran

Lahir di Palangkaraya, Nadia merantau ke Surabaya demi mewujudkan mimpinya menjadi dokter. Meski sempat ragu meninggalkan keluarga, dukungan orang tua dan lingkungan Islami FK Unusa, menguatkan tekadnya. “Saya ingin kembali ke Kalimantan, mengabdi di tanah kelahiran yang masih kekurangan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Anindhiya Pramita Kusuma: Nakes Pertama di Keluarga

Anin menjadi tenaga kesehatan pertama dalam keluarganya yang berlatar belakang wirausahawan. Cita-citanya sempat terganjal biaya, namun dukungan penuh dari orang tua membuatnya bertahan. Kini, ia ingin menekuni bidang estetika dan bercita-cita mengambil spesialis bedah. “Saya belajar banyak tentang ilmu dan empati selama di FK Unusa,” katanya.

Dika Maulidya Sari: Relawan yang Mewujudkan Mimpi Kecilnya

Aktif sebagai relawan, Dika menyalurkan kepeduliannya lewat berbagai kegiatan, termasuk di Sumba Timur. Baginya, menjadi dokter bukan hanya tentang keilmuan, tapi juga panggilan jiwa. “Saya bersyukur bisa berkontribusi untuk masyarakat sekaligus menjalani mimpi sejak kecil,” ujar gadis asal Sidoarjo ini.

Alif Af’al Al’Amien: Menggabungkan Dunia Medis dan Bisnis

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa kedokteran, Alif merintis bisnis clothing dan toko peralatan olahraga. Bahkan, ia mengambil Magister Manajemen Administrasi Rumah Sakit sembari menjalani koas. “Dengan pengelolaan waktu yang baik, semua impian bisa tercapai,” ujar pria asal Bangkalan ini.

Kisah perjuangan para dokter muda ini mencerminkan semangat, dedikasi, dan nilai kemanusiaan yang tinggi. Mereka adalah inspirasi bagi generasi penerus, untuk terus bermimpi dan berkontribusi bagi masyarakat.


@Man

160

Baca Lainnya