Pendidikan

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:00 WIB

12 bulan yang lalu

logo

Ratna Kartika Isnuwardani, Jejak Inspiratif Ners Hindu di Tengah Harmoni Keberagaman Unusa

Surabaya | klikku.id – Dalam balutan suasana sakral prosesi Pengambilan Sumpah Profesi Ners dan Profesi Bidan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jumat (30/5/2025).

Tampak sosok Ratna Kartika Isnuwardani, perempuan penuh keteguhan yang menjalani perjalanan unik sebagai ners beragama Hindu, di tengah mayoritas mahasiswa dan rekan kerja beragama Islam.

Lahir di Banyuwangi pada 2 Mei 1974, Ratna adalah ibu dari dua putra sekaligus istri dari Andrian Budi Nur Pradimmi.

Sejak tahun 1996, ia mengabdikan dirinya sebagai PNS di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini, di usianya yang tak lagi muda, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Profesi Ners dengan komitmen dan semangat luar biasa.

Ratna mengaku bahwa toleransi yang kuat di lingkungan Unusa, menjadi kunci kenyamanan dalam belajar.

“Saya merasa diterima dan dihargai sepenuhnya. Di sini, nilai saling menghormati sangat dijunjung tinggi,” katanya.

Keberadaannya bukan hanya simbol keberagaman, tetapi bukti nyata bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk bersama-sama maju.

Sebagai penganut agama Hindu, Ratna memegang teguh nilai-nilai Tri Hita Karana, harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Nilai ini ia terapkan dalam profesinya sebagai ners, menjadikan dunia keperawatan sebagai bentuk pengabdian dan dharma.

Dalam prosesi sumpah profesi yang kental dengan nuansa Islam, Ratna mengucapkan sumpahnya sesuai keyakinannya, didampingi oleh tokoh agama Hindu.

Sikap inklusif dari Unusa ini, menurut Ratna, adalah cerminan keindahan keberagaman di Indonesia.

“Menjadi ners bukan hanya tentang profesi, tapi juga tentang pengabdian dengan hati, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tuturnya.

Ratna berharap, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan pengabdian tidak mengenal batas usia, agama, maupun latar belakang.

Kisah Ratna adalah pengingat bahwa keberagaman adalah kekayaan, dan pengabdian sejati melampaui segala perbedaan.

Ia telah membuktikan bahwa semangat melayani sesama adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia dari segala latar belakang. @Man


 

118

Baca Lainnya