Pemerintahan

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:22 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Peta Jalan Kependudukan 2025–2029, Langkah Strategis untuk Perencanaan Pembangunan Daerah yang Adaptif

Surabaya | klikku.id – Untuk memperkuat arah pembangunan berbasis kependudukan, Kemendukbangga/BKKBN menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, dalam kegiatan strategis bertajuk Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Tahun 2025–2029.

Bertempat di Gedung Pertemuan Bappeda Jatim, Jalan Pahlawan 102–108, Surabaya, acara ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan visi pembangunan nasional yang berwawasan demografis.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan bahwa pembangunan yang sukses harus dimulai dari pemahaman yang mendalam terhadap data dan dinamika kependudukan.

“Banyak persoalan seperti pengangguran, sampah, hingga layanan publik yang kurang maksimal disebabkan oleh kurangnya sensitivitas terhadap pertumbuhan penduduk. Kebijakan yang tidak berbasis data kependudukan hanya akan melahirkan masalah baru,” ujar Budi.

Ia mencontohkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan populasi.

“Jika penduduk bertambah 30.000 jiwa per tahun, pemerintah harus siap dengan infrastruktur, fasilitas publik, dan lapangan kerja yang memadai. Tanpa itu, potensi ledakan sosial sangat mungkin terjadi,” tambahnya.

Dalam paparannya, Budi Setiyono juga mengingatkan kepala daerah untuk lebih responsif dan progresif dalam mengelola pembangunan berbasis data kependudukan.

“Pemimpin daerah harus menjadi solusi, bukan hanya administrator. Integrasikan data kependudukan dalam setiap kebijakan sektoral agar perencanaan pembangunan lebih presisi dan adaptif,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati, yang mendampingi Budi Setiyono dalam memaparkan pentingnya integrasi data demografis sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah mampu mengembangkan perencanaan pembangunan yang responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Fokusnya mencakup ketenagakerjaan, pendidikan, investasi, dan layanan dasar yang lebih inklusif.

Dengan menginternalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, daerah diharapkan tidak hanya siap menghadapi tantangan demografi.

Tetapi juga mampu menjadikan dinamika penduduk sebagai potensi untuk menciptakan pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. @Man


 

103

Baca Lainnya