Daerah Kesehatan Pemerintahan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:25 WIB

2 jam yang lalu

logo

Dok Gambar foto ist Anam KLIKKU.ID Biro Bangkalan.

Dok Gambar foto ist Anam KLIKKU.ID Biro Bangkalan.

Puskesmas Geger Luncurkan Inovasi “MATA BATIN”, Hadirkan Pudot Daun Kelor untuk Cegah Stunting

Bangkalan | klikku.id – Puskesmas Geger, Kabupaten Bangkalan, meluncurkan inovasi MATA BATIN (Makanan Tambahan Balita Stunting) sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanganan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi. Program tersebut resmi diluncurkan pada 1 Mei 2026, bertepatan dengan perayaan Malam Terak Bulan di Kecamatan Geger.

Kepala Puskesmas Geger, Ajrul Muslihin, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan inovasi tersebut menghadirkan produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal berupa Puding Sedot (Pudot) dan Robot Stunting (Roti Bolu untuk Stunting) yang berbahan dasar daun kelor.

“Program MATA BATIN dilaunching pada 1 Mei 2026 bertepatan dengan perayaan Malam Terak Bulan di Kecamatan Geger,” ujar Ajrul kepada klikku.id, Sabtu (04/07).

Ajrul menjelaskan, Pudot berbahan dasar daun kelor dipilih karena memiliki kandungan gizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita, terutama sebagai makanan tambahan dalam upaya pencegahan stunting.

Puding sedot (Pudot) berbahan dasar daun kelor dapat menjadi salah satu alternatif makanan tambahan untuk membantu pencegahan stunting, terutama jika diperkaya dengan sumber protein dan kalsium. Daun kelor kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, serta antioksidan, namun tetap perlu dipadukan dengan bahan bergizi lain agar kandungan gizinya lebih lengkap,” jelasnya.

Menurut Ajrul, inovasi MATA BATIN lahir dari masih tingginya tantangan penanganan stunting di Indonesia. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah dari usianya, tetapi juga berdampak pada kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa.

Ia menuturkan, salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan protein, vitamin, dan mineral yang berkualitas. Di sisi lain, masih banyak keluarga yang belum mampu menyediakan makanan bergizi secara rutin, baik karena keterbatasan ekonomi maupun minimnya pengetahuan dalam memanfaatkan pangan lokal.

Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Geger memilih daun kelor sebagai bahan utama karena mudah diperoleh masyarakat dan memiliki kandungan protein nabati, vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, serta antioksidan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Namun demikian, pemanfaatan daun kelor sebagai makanan balita masih belum optimal karena sebagian anak kurang menyukai cita rasanya. Untuk itu, Puskesmas Geger mengolah daun kelor menjadi Puding Sedot (Pudot) yang bertekstur lembut, lebih disukai anak, mudah dikonsumsi, serta dapat diperkaya dengan susu, keju, maupun bahan pangan bergizi lainnya sehingga nilai gizinya semakin lengkap.

Selain Pudot, Puskesmas Geger juga mengembangkan Robot Stunting, yakni roti bolu berbahan dasar daun kelor sebagai bagian dari paket PMT lokal bergizi bagi balita stunting.

Ajrul berharap inovasi MATA BATIN tidak hanya meningkatkan konsumsi makanan bergizi pada balita, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif Puskesmas dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Geger.

#Anam KLIKKU.ID Bangkalan

22

Baca Lainnya