Pendidikan

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:28 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Atasi Anak Kecanduan Gim dan Perundungan Siber, Dindik Jatim Gandeng SIF Cetak Guru BK Profesional

Surabaya | klikku.id – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) serius memperkuat ketahanan mental siswa SMK.

Melalui program Teacher Counselling and Resilience Education (T-Care), Dindik Jatim bekerja sama dengan Singapore International Foundation (SIF), untuk mencetak guru Bimbingan Konseling (BK) yang profesional.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan, tantangan kesehatan mental di kalangan pelajar semakin kompleks. Mulai dari kecanduan gim, perundungan siber, hingga minimnya keterlibatan keluarga.

“Guru BK harus masuk ke dunia anak-anak kita untuk membantu mengatasi persoalan mereka,” kata Aries, Senin (4/8/2025).

Menurut Aries, guru BK tidak hanya bertugas mendampingi akademik. Mereka juga berperan sebagai konsultan pengembangan diri dan penanganan masalah kesehatan mental, khususnya bagi siswa SMK yang bersiap masuk dunia usaha dan industri (DUDI).

“Kolaborasi dengan Dinkes, puskesmas, dan lembaga psikososial akan diperkuat. Guru konselor juga akan mendapat pelatihan berkelanjutan,” ujarnya.

Program T-Care sendiri sudah berjalan sejak 2023. Tahun pertama fokus pada dasar-dasar konseling modern, tahun kedua memperkuat kolaborasi dengan keluarga, dan tahun ketiga kini masuk ke praktik nyata menghadapi tantangan siswa.

Sebagai bagian dari program, 25 guru BK berkesempatan studi banding ke Singapura untuk memperdalam praktik konseling. Aries menegaskan langkah ini sebagai wujud komitmen agar konseling di sekolah berbasis protokol kesehatan mental yang terstandar.

“Kita tidak boleh biarkan masalah ini berlarut-larut. Harus ada dukungan kelembagaan dan penguatan profesional guru konselor,” tegasnya.

Kepala Bidang GTK Dindik Jatim Ety Prawesti menyebut, sebanyak 100 guru BK SMK negeri dan swasta telah mengikuti program ini selama tiga tahun.

“Hasilnya terlihat jelas. Ada peningkatan dalam pemanfaatan instrumen asesmen, kreativitas layanan konseling kelompok, dan kemampuan bermitra dengan DUDI untuk bimbingan karier,” jelas Ety.

Ia berharap para guru BK bisa terus aktif berdiskusi, berbagi praktik terbaik, dan menghadirkan layanan konseling yang profesional sekaligus relevan dengan kebutuhan generasi muda. @Man


 

57

Baca Lainnya