Surabaya | kokiku.id – Di tengah ramainya batik Madura yang sudah menembus pasar nasional, Batik Tulis Sampang ternyata masih menjadi mutiara yang belum sepenuhnya terangkat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut batik ini memiliki keunikan tersendiri. Yakni pewarnaan alami yang jernih dan desain halus, serta sentuhan seni yang memadukan jejak budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Sekilas memang ada kemiripan dengan Batik Pamekasan, tapi warna alamnya sangat khas dan mirip dengan Batik Cirebon. Ini bukti pertemuan budaya yang luar biasa,” ujar Khofifah, Senin (11/8/2025).
Meski kualitasnya tinggi, ia menilai promosi Batik Sampang belum sekuat Batik Tanjung Bumi Bangkalan atau Pamekasan.
Padahal, proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan luar biasa: mulai dari mencanting tanpa belepotan, melapis malam, memberi warna, hingga mencelup kain berkali-kali.
“Batik itu bukan sekadar kain. Pembatik adalah pelaku seni sekaligus pelaku industri. Mereka menjaga warisan yang lahir dari nenek moyang,” tegasnya.
Dukungan gubernur ini disambut hangat oleh Ali Imron, pemilik Workshop Batik Tulis Shalempang, yang berdiri sejak 2001 dan mewarisi tradisi membatik turun-temurun hingga tujuh generasi.
“Terima kasih atas perhatian Pemprov Jatim. Kami sedang proses Sertifikat Halal dan Sertifikat Industri Hijau, serta ikut misi dagang ke berbagai provinsi,” kata Ali.
Bagi Khofifah, melestarikan Batik Sampang berarti ikut menjaga identitas Madura dan memperkaya mozaik batik nusantara.
“Kalau tiap daerah punya ciri khas, masyarakat tak akan pernah bosan mencintai batik,” ujarnya. R3d
