Nasional Pemerintahan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 06:49 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Terapkan Sistem Bansos ‘Check-In Check-Out’, Kemensos Coret Penerima Tak Layak

Jakarta | klikku.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) kini tidak lagi bersifat statis. Kementerian Sosial (Kemensos) menerapkan sistem “check-in check-out” yang akan memperbarui daftar penerima setiap tiga bulan sekali.

Kebijakan ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) agar bantuan tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, penerapan DTSEN membuat banyak penerima lama terhapus dari daftar karena tidak memenuhi syarat, lalu digantikan penerima baru yang dinilai lebih layak.

“Akan ada penerima baru setiap tiga bulan. Ada yang check-out, ada yang check-in,” ujarnya, saat Dialog Pilar-Pilar Sosial di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (13/8/2025).

Data penerima bansos kini bersifat dinamis. Pemutakhiran dilakukan setiap triwulan melalui ground checking oleh Kemensos bersama pemerintah daerah, kemudian diverifikasi, divalidasi, dan ditetapkan oleh BPS. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, seluruh kementerian dan lembaga dilarang mengelola data sendiri.

“Kalau dulu, orang kadang tidak percaya data Kemensos, diurus sendiri, diintervensi sendiri. Sekarang yang memverifikasi dan menetapkan desil 1, 2, 3, dan 4 itu BPS. Kami hanya menyalurkan,” tegasnya.

Masyarakat juga bisa berpartisipasi lewat aplikasi Cek Bansos untuk mengusulkan penerima baru, menolak calon penerima, atau melakukan usul sanggah dengan bukti yang memadai. Hasil validasi diumumkan setiap tiga bulan sebelum penyaluran.

Bansos disalurkan per triwulan: Januari–Maret, April–Juni, dan Juli–September. Dalam penyaluran triwulan II tahun ini, banyak penerima dicoret karena tidak lolos verifikasi atau terindikasi menyalahgunakan bantuan.

“Termasuk temuan dugaan judi online yang terdeteksi bersama PPATK,” ungkapnya. R3d


 

92

Baca Lainnya