Kerjasama Pendidikan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 21:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Gaungkan Konstruksi Rendah Karbon, ITS Gandeng Taiwan Tekan Emisi Global

Surabaya | klikku.id Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan global.

Lewat forum internasional bertajuk The 3rd Taiwan–Indonesia International Seminar Application and Research yang digelar di Auditorium Research Center ITS, Kamis (21/8/2025).

Kampus teknologi ini mendorong penerapan low carbon construction atau konstruksi rendah karbon di Indonesia.

Seminar yang mengusung tema Low Carbon Construction: Research, Application, and Regulation ini menghadirkan pakar lintas negara, termasuk Direktur Taiwan–Indonesia Science and Technology Innovation Centre (STIC) Prof Jhy Chern-Liu.

Ia menegaskan, perkembangan industri dan konstruksi yang begitu cepat menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi karbon serta gas rumah kaca.

Low carbon construction adalah langkah strategis untuk menekan dampak lingkungan tersebut. Pendekatan ini mengutamakan efisiensi energi, pemakaian material ramah lingkungan, dan minim emisi karbon,” tegas Jhy.

Menurutnya, ada tiga langkah utama dalam penerapan konstruksi rendah karbon. Pertama, mengurangi konsumsi energi yang boros. Kedua, menggunakan material ramah lingkungan. Ketiga, mengembangkan metode konstruksi hijau yang lebih efektif.

“Dengan begitu, pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Senada, Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta menilai forum ini sangat relevan dengan target Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Pemerintah, kata dia, tengah gencar mendorong energi terbarukan hingga penerapan teknologi hemat energi.

“Contohnya pemanfaatan PLTS di berbagai gedung pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Hatta menambahkan, mewujudkan konstruksi rendah karbon tak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah mutlak diperlukan.

“Isu lingkungan ini tanggung jawab bersama. Butuh sinergi semua elemen untuk mencapai target NZE,” tutur guru besar Teknik Fisika ITS tersebut.

Sebagai catatan, Taiwan–Indonesia STIC merupakan konsorsium ITS, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), dan BRIN.

Sejak 2021, konsorsium ini fokus meneliti pemanfaatan limbah industri sebagai material konstruksi rendah karbon.

Melalui forum internasional ini, ITS menegaskan dukungan pada target Sustainable Development Goals (SDGs).

Setidaknya ada tiga poin SDGs yang diperkuat, yakni ndustri-inovasi-infrastruktur (poin 9), kota dan komunitas berkelanjutan (poin 11), serta penanganan perubahan iklim (poin 13). @Man


 

59

Baca Lainnya