Pendidikan Teknologi IT

Rabu, 8 April 2026 - 08:34 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Bensin dari Sawit Makin Nyata, ITS Temukan Cara Lebih Hemat dan Minim Emisi

SURABAYA | klikku.id – Terobosan energi alternatif kembali lahir dari kampus. Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan metode produksi bensin berbahan kelapa sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi ini dipimpin oleh Hosta Ardhyananta dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi. Fokus risetnya adalah mengubah minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi biogasoline dengan residu minimal.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyebut inovasi ini sebagai peluang strategis di tengah ancaman krisis energi global. “Ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujarnya.

Dalam prosesnya, tim ITS menggunakan metode catalytic cracking, yakni teknik pemecahan molekul besar menjadi lebih kecil menggunakan katalis. Awalnya, konversi bensin sawit hanya mencapai sekitar 60 persen dengan suhu tinggi hingga 420 derajat Celsius.

Namun, pengembangan katalis bimetalik berbasis nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO) membawa hasil signifikan. Suhu operasi berhasil ditekan menjadi 380 derajat Celsius, sementara rendemen biogasoline meningkat hingga 83 persen.

Produk yang dihasilkan didominasi hidrokarbon rantai pendek (C5–C11), komponen utama bensin komersial. Menariknya, limbah yang dihasilkan juga minim.

Gas sisa dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar pemanas, sementara residu cair bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Tak hanya unggul secara teknis, riset ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pendekatan life cycle assessment (LCA). Hasilnya menunjukkan jejak karbon yang rendah, sejalan dengan target energi bersih.

Saat ini, inovasi bensin sawit ITS telah diuji pada mesin pertanian yang lebih fleksibel terhadap bahan bakar alternatif. Ke depan, pengembangan akan diarahkan pada skala produksi lebih besar.

Direktur Riset ITS, Fadlilatul Taufany, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendorong uji coba nasional.

“Harapannya, inovasi ini bisa menjadi langkah nyata menuju kemandirian energi Indonesia,” tegasnya. AMan


 

52

Baca Lainnya