Daerah Kesehatan Peristiwa

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:09 WIB

8 bulan yang lalu

logo

UNICEF Turun Tangan Selidiki KLB Campak di Sumenep

Sumenep | klikku.id — Lonjakan kasus campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat UNICEF turun tangan.

Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang fokus pada perlindungan hak anak ini, membantu pemerintah menyelidiki penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang menewaskan sedikitnya 17 balita.

Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa, Arie Rumantara, menegaskan, campak adalah penyakit menular berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi.

“Tidak ada alasan seorang anak meninggal karena penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin,” ujarnya di Sumenep, Kamis (28/8/2025).

Menurut Arie, imunisasi bukan sekadar soal akses layanan kesehatan, tetapi juga soal keadilan. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang, berhak memperoleh perlindungan dari penyakit menular.

Ia menilai kelalaian dalam memberikan imunisasi merupakan bentuk pelanggaran hak anak.

UNICEF menyoroti rendahnya cakupan vaksinasi campak di Sumenep. Dari temuan Kementerian Kesehatan, mayoritas korban meninggal tidak memiliki riwayat imunisasi.

“Jika dugaan ini yang memicu meluasnya kasus, UNICEF akan membantu mencari akar persoalan agar tidak terulang di masa depan,” tegas Arie.

Selain faktor akses, isu hoaks, penolakan vaksin, dan ketakutan efek samping juga disebut sebagai penyebab orang tua enggan membawa anaknya imunisasi.

Karena itu, UNICEF mendorong pemimpin daerah dan tokoh masyarakat ikut mengkampanyekan pentingnya vaksinasi. “Setiap dosis vaksin adalah investasi untuk masa depan anak-anak,” kata Arie.

Berdasarkan catatan, Sumenep menjadi daerah dengan kasus campak tertinggi di Madura, mencapai 2.035 kasus dengan 17 kematian. Tiga kabupaten lain juga terdampak: Pamekasan (261 kasus), Sampang (413 kasus), dan Bangkalan (548 kasus).

Arie menegaskan, kehadiran UNICEF di Sumenep bertujuan melakukan penelitian mendalam mengenai penyebab KLB. “Kami ingin memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan,” pungkasnya. R3d


 

71

Baca Lainnya